Hello,Welcome to:

Buku Sejagat

Bantu Hadapi Permasalahanmu Temukan Potensi dirimu Mendorongmu Berani Berinovasi

About Us

Hello

W'e areBuku Sejagat

Atas semua yang kami lakukan kami percaya bahwa setiap orang memiliki potensi diri yang dapat digali dimana jika potensi itu dipelajari lebih dalam maka akan menjadi suatu bakat. setiap orang memiliki bakat yang berbeda jika bakat itu ditemukan dan terus diperdalam maka akan menjadi sesuatu yang berguna kedepannya.Salah satu cara untuk memperdalam bakat tersebut adalah dengan berani mengambil resiko dalam menghadapi suatu permasalahan yang terjadi. Kami berkeinginan mendorong setiap orang untuk memperdalam bakat mereka dengan memberikan informasi yang akan membantu mereka untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi berupa buku

QnA

Apakah definisi komunitas bukusejagat?

Kami adalah komunitas diskusi yang membahas dunia literasi dan menjadikan buku sebagai sumber kami.

Bagaimana kalau saya belum tertarik membaca buku apakah boleh bergabung?

boleh, dan kami berharap dengan kehadiran kami kamu dapat mulai memiliki ketertarikan membaca buku dan kita bisa berdiskusi bersama.

Apakah buku sejagat komunitas online atau offline?

buku sejagat adalah komunitas diskusi, kami memberikan wadah untuk bertatap muka bagi yang berada di domisili kediri, apabila berada di domisili luar kediri kami juga menyediakan forum diskusi Online.

Apa yang buku sejagat ingin ubah dari anak muda

Kami Ingin ikut serta dalam mengembangkan pola pikir dan kebiasaan sehat dengan memberikan dorongan serta Inspirasi dengan meningkatkan tingkat literasi di indonesia yang akan berguna untuk membantu generasi muda melangkah mencapai tujuan.

Benefit

Media mudah diakses

Agar dapat terhubung dengan kami, kami memiliki beberapa sosial media seperti Instagram, Tiktok dan web.

Pertemanan yang sehat

Kami menciptakan lingkungan dimana setiap ide dan gagasan dapat dibagikan.

Publikasi Karya

Kami menyediakan platform untuk mempublish karyamu agar dapat dikenal orang lain.

Event Diskusi

Untuk melatih kemampuanmu kami memiliki event yang dapat memberikanmu inspirasi baru.

Reverensi Buku

Kamu dapat bertukar buku sesama member dan membagika pengetahuan yang kamu dapat dari buku yang telah kamu baca.

Kenalan Baru

Jika kamu ingin memiliki teman baru yang senang membaca buku, kamu bisa menjadikan Buku Sejagat sebagai pilihanmu.

2172

FOLLOWER

173

CONTENT

51

Member

37

Event

Our News

Globalisasi : pergeseran pekerja - Adrine Baskara

 


Globalisasi adalah sebuah peristilahan atau konsep yang realtif baru. Setidak, tahun 60-70an umat manusia belum mengenal istilah tersebut seperti yang mereka kenal pada saat ini. Barangkali isu globalisasi dunia pertama kali menyembul begitu kuat ke permukaan hanya pertengahan kedua dekade 80-an.Globalisasi ternyata berdampak pada hampir setiap bidang kehidupan Globalisasi yang melanda dunia membawa dampak pada kehidupan fisik, sosial, kejiwaan maupun agama. 

    Globalisasi dunia yang biasa disebut-sebut belakangan ini adalah merupakan dampak langsung dari keberhasilan revolusi teknologi-komunikasi, setelah didahului oleh dua revolusi dalam kebudayaan manusia, yaitu revolusi pertanian dan revolusi industri. Tidak dapat disangkal lagi bahwa kita sekarang hidup dalam suatu kebudayaan industri (industrial- civilization). Artinya ketergantungan kepada industri akan semakin besar. Proses industrialisasi berarti suatu tranformasi dari masyarakat yang secara ekonomi bercirikan dominan agraris ke arah manufacturing. Industrialisasi adalah suatu proses yang terbukti dalam sejarah, telah menimbulkan peru- bahan-perubahan mendasar dalam suatu masyarakat dan membawa berbagai bangsa kepada kemajuan (progress), tidak saja kemajuan material, tetapi juga kebudayaan dan spiritual.

    Dalam masyarakat urban berindustri tinggi, dunia bukanlah apa-apa kecuali fakta dan abstraksi kuatitatif matematis yang diakui eksistensinya oleh sains yang mekanistik dan reduksionis. Revolusi industri untuk pertama kalinya terjadi di Inggris pada tahun 1780-an dalam industri tekstil, batu bara, dan industri besi yang semata-mata bergantung pada karya tangan, dan hasilnya adalah Inggris menjadi nomor satu dalam bidang industri-industri tersebut.

    Revolusi indsutri abad ke 18 dan permulaan abad ke-19. Pada abad 19 tenaga listrik baru mendapat perhatian para ahli yang hanya bersifat teori. Barulah pada tahun 1831 Michael Faraday mengetahui bahwa tenaga listrik dapat digunakan. Tenaga listrik diubungkan dengan penerangan dan penggerak mesin dihubungan dengan nama Edison di Amerika dan Merner Siemens di Jerman. 

    Salah satu ciri revolusi industri adalah ditemukannya sistem pembagian kerja yang luas untuk memproduksi suatu barang. Adam Smith mencontohkannya dengan pembuatan sebuah jarum atau peniti. Bertolak dari bahanbaku berupa kawat, beberapa orang melakukan pembagian kerja, sejak menarik kawat dari gulungan, meluruskan atau membeko- kannya, memutus, menusukkan ke dalam lubang, melem- pengkannya untuk dibelah menjadi pottongan-potongan kecil dan seterusnya hingga selesai. Ada sekitar 18 pekerjaan khusus. Dengan pembagian kerja itu, setiap orang bisa mencurahkan keterampilannya pada suatu pekerjaan saja, menghemat waktu, menyederhanakan pekerjaan, sehingga bisa ditemukan mesin yang bias dipakai sebagai alat yang mampu mempersingkat pekerjaan. Dengan alat dan mesin itu, maka seseorang bisa mengerjakan pekerjaan yang tadinya dikerja- kan banyak orang." 

    Para ekonom berpendapat bahwa kaum pekerja, setelah mengalami perkembangan terus-menerus dari sektor pertanian ke sektor industri dengan teknologinya yang maju (dinamakan sektor primer dan sekunder), akan selanjutnya berkembang ke sektor ketiga (tertier) berupa pelayanan-pelayanan (service) yang bersifat pribadi. Sebagai contoh, otomatisasi (automation) akan memerlukan hanya sedikit pekerja dan teknisi, tetapi permintaan akan perias rambut, pencuci pakaian dan pelicinannya, pelukis, tukang reperasi, dokter gigi, dokter umum, guru pegawai-pegawai bank, asuransi dan sebagainya akan bertambah.

Paradok mobil mewah - Sebastian Yugi

     


Untuk semua alasan kepemilikan yang membuat kamu merasa kamu lebih tampan, kamu lebih kaya, kamu lebih terkenal. Sebenarnya tanpa sadar kamu sedang di tipu, dan tipuan itu membuat orang lain memakai produk yang ingin kamu pakai. Dan tanpa sadar kamu malah ikut mempromosikannya dan malah bangga menjadi bagian dari apa yang kamu pakai.

“Kamu adalah apa yang kamu pakai”

    Kata kata diatas bisa dikatakan sangat tepat, setiap baju yang kamu pakai menggambarkan kepribadianmu, setiap  handphone yang kamu beli mengambarkan kepribadianmu, bahkan setiap aplikasi yang kamu install bisa menunjukan kepribadianmu. Dengan kata lain ketika kamu memakai sesuatu yang sesuai dengan dirimu kamu tidak perlu lagi menjelaskan siapa dirimu. Bahkan apayang kamu pakai bisa membuat orang lain mengagumi kamu walaupun mereka belum mengenalmu secara pribadi, contohnya kamu pergi ke acara pernikahan dengan memakai kemeja Versace dipasangkan dengan sepatu Air Jordan dan dengan membawa  HP Iphone terbaru. Orang pasti akan mulai tertarik dengan kamu dan tidak membutuhkan waktu lama mereka akan mencari tau semua hal tentang kamu, mulai dari siapa kau, siapa orang tuamu, tinggalmu dimana, kamu suka tipe pasangan seperti apa dll. Itu semua bisa kamu dapat dengan cara memakai pakaian yang ingin kamu pakai, tentu saja untuk menunjukan kamu adalah orang berkelas kamu harus mengunakan sesuatu yang berkelas dan biasanya sesuatu yang berkelas butuh uang yang cukup banyak untuk mendapatkannya. Tapi tenang saja apayang akan kamu dapatkan sebanding kok.

    Beberapa hari lalu saya melewati sebuah bank di kota saya tinggal, di depan bank itu ada sebuah mobil mewah yang sedang terparkir, saya suka bentuknya dan saya tau yang punya mobil itu pasti adalah orang berkelas, kalau bukan pejabat kelas atau pasti pengusaha yang punya, pikir saya. Saya membayangkan apa yang biasanya pemiliknya lakukan dengan mobil itu, pasti dia punya banyak relasi karena biasanya mobil mobil seperti itu ada komunitasnya sendiri, pasti pemilik mobil mewah itu memakai jam rolex dan membawa Iphone, pasti orang yang memakai mobil itu disukai teman-temannya. Dan saya membayangkan bagaimana jika saya memiliki mobil itu, apa yang sebelumnya saya pikirkan tentang pemilik mobil itu sekarang menjadi milik saya, saya punya relasi, jabatan, karir dll. Wah saya pasti akan dipandang orang berkelas oleh orang lain, dan saya berjanji suatu hari nanti saya akan membeli mobil itu. Aminnnn.

Bagaimana apakah kamu pernah mengalami pengalaman seperti yang saya rasakan, entah apapun yang kamu lihat dan bayangkan? Pada saat itu jujur saya tidak mengenal pemilik mobil mewah itu tapi pada saat saya melihatnya saya memikirkan figure orang besar dan bagaimana jika orang besar itu adalah saya. Lalu bagaimana dengan kamu yang memiliki barang super mewah dan mengiurkan, apakah orang lain ada yang bertanya, apa yang kamu lakukan sehinga bisa sampai sekarang?  apa pencapaianterbesarmu? Bagaimana kamuhidup? Sebenarnya mereka membayangkan diri mereka adalah kamu ketika kamu memakai barang yang mereka inginkan, itu lah yang membuat banyak bintang iklan dan bintang film adalah orang orang yang berpenampilan menarik.

    Semakin menarik suatu barang kamu akan semakin mudah untuk memasarkan, karena setiap orang yang memakai barang tersebut mengundang orang lain untuk menginginkannya, dan orang yang menginginkannya membelinya, dan ketika membeli orang lain jadiingin punya dan sirklus itu terus berlanjut. Mengunakan barang mewah memberimu kesan berkelas. 

Hubungan Repetisi Dan Reputasi - Sebastian Yugi

 


"Tidak ada keungulan Yang ada hanya pengulangan"- Socrates

Pernah ga sih kamu mendengar orang yang bisa melakukan apa yang tidak orang lain bisa lakukan dan mereka langsung menyebut kemampuannya sebagai "Bakat Sejak Lahir"?

Misalnya Lionel Messi yang baru baru ini diperbincangkan karena dia berhasil membawa  tim Argentina menjadi juara dalam lomba Fifa World Cup.  ketika argentina menjadi juara orang orang langsung menyebut Messi sebagai The Goat. Ketika Messi kembali ke teamnya di Paris Saint German(PSG) dia di sambut dengan meriah oleh rekan se teamnya dan mereka mengucapkan selamat atas keberhasilannya. Dengan kecakapan Messi bermain bola di lapangan banyak orang menganggap bahwa Messi sudah di takdirkan menjadi juara dan pastinya hal itu diangap sebagai bakat sejak lahir mengingat messi sudah bermain sepakbola sejak kecil.

Tapi apakah kaku tau apa yang messi lakukan sehingga bisa menjadi seperti sekarang? Setiap hari messi melakukan latihan untuk mengasah skillnya bahkan tak jarang juga saat latihan messi melakukan eksperimen dengan bola di kakinya, dan dia secara terus menerus meningkatkan kelincahannya dengan melakukan latihan sprint, untuk mempertahankan kebugaran tubuhnya Messi memilih makanan yang proporsional. Dan berkat kerjakerasnya saat ini messi sudah menjadi seorang pemain bola Professional yang namanya sudah di kenal oleh banyak orang.

Bagian mana yang mengatakan messi sudah memiliki bakat sejak lahir?

Kita sering terkecoh dengan apa yang sedang kita lihat dan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Misaknya ketika melihat pertandingan catur, dari kejauhan akan terlihat kedua pemain catur hanya mengangkat dan memindahkan bidak dengan tenang, tapi ketika kamu melihat dari jarak dekat kamu akan melihat sesuatu yang jauh berbeda : Intimidasi, membaca pergerakan, keringat yang menetes, rasa ragu, perasaan marah,ketegangan dll. Namun agar pemain catur terkesan seperti dewa mereka selalu menyembunyikan kerja keras mereka dan mereka membalut dengan sesuatu yang terlihat seperti bakat. Yah memang sepertinya itulah yang membuat orang awam terkecoh.

Kebetulan dan keajaiban adalah suatu hal yang sangat jarang terjadi, mungkin bila terjadi hanya terjadi sekali dalam jangka waktu yang lumayan lama. Namun apabila sesuatu yang diangap "kebetulan" terjadi berulang kali berarti itu adalah hasil dari latihan dan kerja keras. Contohnya, Apa yang kamu pikirkan saat mendengar nama "Michael Jordan"? sepatu?pemain basket? Orang amerika? Legenda?basket?slamdunk?. Yup nama Michael Jordan memang erat kaitannya dengan beberapa hal yang disebutkan tadi, mungkin kamu mau menambahkan? 

Namun yang paling tidak bisa dilupakan dari Jordan adalah Slamdunknya, untuk melakukan slamdunk dibutuhkan latihan terus menerus, kerja keras, dan postur tubuh yang mumpuni, Jordan selalu mampu melakukannya dan menjadikannya sebagai gayanya, bahkan ketika michael jordan bekerka sama dengan nike dan membuat anak brand mereka yang diberi nama Air Jordan, logo Slamdunk khas Jordan dijadikan logo untuk brand tersebut, mungkin untuk sebagian orang logonya terlihat aneh namun hal itu malah menjadikan logonya begitu Iconic, kalau melihat pemain melakukan slamdunk pasti kita langsung kepikiran Michael jordan dan Air Jordan. 

Di masyarakat luas diangap orang yang sudah memiliki gayanya sendiri diangap sebagai orang yang kompeten dibidangnya, bagaimana tidak untuk menciptakan suatu gaya dan mempertahannkan agar bisa menjadi icon untuk dirinya dibutuhkan latihan dan kerja keras secara terus menerus, dan Malcom Gladwell menyebutnya dengan teori 10.000 jam ( untuk menjadi ahli butuh jam terbang sebanyak 10.000 jam) kalau orang hanya coba coba atau iseng saya ragu dia bisa mencapai 10.000 jam. Pasti orangnya fokus dan sudah siap mencurahkan waktu dan tenaganya ke satu bidang yang dia tekuni.

Dan bagi orang orang besar yang mau berinvestasi ke orang tersebut, mereka tidak akan ragu karena mereka sudah tau kalau dia berhadapan dengan orang yang bisa di percaya dan memiliki nama besar di bidangnya, makanya tidak heran jika ada kerjasama antara suatu brand besar dengan tokoh besar seperti nike dengan Michael jordan, Mc.Donalds dengan BTS, Under Armor dengan The rock, Kenmore dengan Amazon. Semua itu terjadi bukan karena kebetulan dan pastinya semua adalah hasil dari kerja keras yang terjadi, dan tentunya hal itu bisa terjadi bukan hanya karena bakat.

Tentu saja repetisi sangat erat kaitanya dengan reputasi. Tanpa melakukan repetisi dan menjadi orang yang kompeten kita tidak bisa menjadi seorang yang mampu dipandang orang lain sebagai peluang besar. That's because Repetition Create Reputation.

Konsep alometri- Adrine Baskara

   


 Konsep alometri dalam eskalasi dosis Alometri secara harfiah berarti perbedaan ukuran. Alometri juga diartikan sebagai penyimpangan dari isometri. Alometri biasanya digunakan untuk eskalasi nilai suatu sistem yang kecil untuk memprediksi nilai pada sistem yang lebih besar. Karena konsep ini memiliki kekuatan prediksi, maka pemanfaatannya sangat luas - diantaranya dalam bidang biologi, pertanian, kependudukan, dan engineering. Dalam bidang biologi, konsep alometri dapat digunakan untuk memperkirakan pertumbuhan suatu jenis mahluk hidup, dalam kependudukan untuk memprediksi laju pertumbuhan penduduk, dan dalam bidang pertanian untuk memperkirakan kebutuhan pangan ke depan, dan masih banyak lagi. 

    Pemanfaatan konsep alometri pada hewan dan manusia, misalnya untuk mempelajari korelasi pertumbuhan berat badan dan pertumbuhan anggota tubuh, termasuk anatomi tubuh, fisiologi berikut fungsinya. Menggunakan konsep ini dapat diprediksi atau dicari korelasi antara ukuran tubuh atau berat badan suatu spesies hewan atau manusia dan besar organ pada mahluk tersebut, misalnya ukuran hati, jantung, atau ginjal. Dalam bidang farmasi, konsep alometri lazim dimanfaatkan dalam pengembangan obat baru ketika masih dalam tahap pengujian pra-klinik, utamanya untuk memprediksi besar dosis dari spesies satu ke spesies lain, atau dari dosis hewan ke manusia. Dengan kata lain, alometri digunakan untuk eskalasi dosis dari spesies kecil ke spesies yang lebih besar, atau dari hewan ke manusia. Selain istilah eskalasi dosis, orang juga menyebutnya konversi atau translasi dosis. 

    Dalam konsep ini ternyata ukuran tubuh dinyatakan sebagai berat badan, berkorelasi dengan ukuran organ tubuh misalnya besar jantung, hati, ginjal, dan volume darah, kecepatan aliran darah, metabolisme atau ekskresi, baik senyawa endogen atau eksogen (xenobiotics). Oleh sebab itu pada perkembangan selanjutnya, konsep alometri dimanfaatkan dalam farmakokinetik untuk memprediksi besar dosis atau regimen dosis suatu obat dari spesies kecil ke spesies besar- termasuk manusia yang dapat menghasilkan kesamaan kadar obat di dalam darah, klirens, dan volume distribusi. Pada dasarnya tujuan utama eskalasi dosis antar- spesies ialah untuk mendapatkan efek yang sama pada spesies target, terutama manusia. Selanjutnya, konsep ini juga dimanfaatkan dalam farmakokinetik-farmakodinamik (FK-FD) untuk memprediksi besar dosis yang dapat memberikan efek yang sama pada manusia, berdasarkan temuan yang diperoleh dari spesies hewan.

Terlupakannya Pendidikan Nilai Dalam Pendidikan Umum -Hannalexaus



Secara filosofi, pendidikan itu tidak sekedar untuk mendapatkan pekerjaan (careersm) tetapi untuk menegakkan humanisme demi terbentuknya insan kamil atau manusia seutuhnya. Sayangnya dunia pendidikan melupakan tujuan utamanya yaitu, mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara SILMUTAN & SEIMBANG sehingga jika dunia pendidikan tidak adanya balance antara pengetahuan dan pengembangan sikap/nilai akan terjadinya reaksi penyimpangan seperti korupsi, kolusi, nepotisme, dan perbuatan yang merugikan bangsa. Banyak generasi-generasi atau individu yang memiliki kebanggan yang luar biasa terhadap kekhususan ilmunya namun efek dari kebanggan yang berlebihan ini membuat mereka seperti kuda yang ditutup matanya. Yakni individu-individu yang yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan egois, merasa hebat sendiri, tidak peduli akan dunia sekitar. dan asosial. 

Contoh saja jika kalian melihat teman-teman atau individu lain yang pintar di kelas, selalu juara, dan banyak prestasi lainnya namun dalam berperilaku dia sangat egois, tidak memiliki empati, suka membully, merasa dirinya lebih tinggi, merendahkan orang lain dan akhlak nya jauh sekali dari ilmu yang di dapatkan nya. Perlu kita ingat tujuan sistem pendidikan di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Semua yang kita lalui sejak kita di bangku SD, SMP, SMA/K, dan Perguruan tinggi mempunyai satu tujuan yang sama yaitu menjadikan manusia yang seutuhnya. Apakah kalian sudah menjadi manusia yang utuh selama proses pendidikan yang kalian jalani? 


Fakta di lapangannya dunia pendidikan benar-benar meremehkan nilai-nilai kemanusiaan, memgapa saya berani berkata demikian? karena banyak sekali perilaku-perilaku yang menyimpang  selama pembelajaran. Contohnya seorang siswa/mahasiswa yang berperilaku curang untuk mendapatkan nilai yang bagus, mereka rela menghalalkan segala cara tanpa memikirkan nya dua kali dan berfikiran sempit bahkan ada juga yang harus menginjak kepala orang lain agar dapat berdiri tegap diatasnya. Inilah sisi gelap dunia pendidikan, ada beberapa guru yang selalu berkata “Kalian tidak boleh mencontek dan kalian harus jujur saat menjawab soal” faktanya ketika seorang siswa yang tidak jujur dalam mengerjakan soal dan mendapatkan nilai A lebih di hargai dibandingkan siswa yang jujur dalam mengerjakan soal namun nilai yang si peroleh B akhirnya siswa yang mendapatkan B yang tidak mendapatkan apresiasi akan berfikir bahwa kejujuran itu tidak penting yang penting hasil yang di peroleh. Sungguh sangat di sayangkan jika semua siswa dan mahasiswa berfikiran seperti ini, kita selalu lupa untuk menghargai prosesnya bukan hasilnya karena hasil sudah pasti di tentukan oleh proses. Banyak lagi contoh-contoh lainnya seperti bullying yang di anggap sebuah candaan oleh gurunya, pilih kasih terhadap pemberian nilai, bersain dengan tidak sehat, dll.


Padahal pendidikan umum didalamnya terdapat pendidikan nilai juga yang dimana pendidikan nilai adalah gagasan atau konsep yang penting dalam hidup dan dipandang sebagai pedoman hidup. Nilai juga memberikan makna terhadap sesuatu dalam kehidupannnya, seperti pemaknaan atas segala sesuatu yang dianggap baik atau tidak baik, berguna atau tidak berguna, penting atau tidak penting, dan benar atau tidak benar. Apa yang telah di kemukakan oleh Frondizi (hal.12; 2001) bahwa nilai memiliki polaritas dan hirearki. Polaritas berarti menampilkan diri dalam 2 aspek, yaitu positif dan negatif dan hirearki secara tingkatan yaitu nilai yang tertinggi (utama) sampai yang terendah (tidak diutamakan) dalam hidup seseorang. Melalui pendidikan nilai seseorang diajak untuk menentukan nilai tertinggi yang menjadi pegangan dirinya. Pada pandangan Prof. Notonegoro terdapat tiga nilai yaitu nilai material, nilai vital, dan yang terakhir nilai kerohanian. Nilai vital adalah untuk hal yang berguna bagi manusia dalam aktivitasnya, Nilai material, segala sesuatu yang berguna bagi jasmani atau kebutuhan ragawi, dan nilai kerohanian meliputi nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia, nilai keindahan dan nilai estetis bersumber pada unsur manusia, Nilai kebaikan dan nilai moral bersumber pada unsur kehendak (karsa) manusia, dan nilai religius (agama) yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak pada kepercayaan atau keyakinan manusia.


Apakah kalian sudah paham tujuan pendidikan seharusnya bagaimana atau kaget ternyata memang banyak penyimpangan yang selama ini kalian lihat dalam proses menjadi manusia yang terdidik. Pendidikan itu adalah hal yang penting sangat penting bahkan lebih penting dari segalanya, namun jika instasi pendidikan tidak mengupayakan bahkan tidak berhasilnya dalam mencapai tujuannya maka kita dan generasi lainnya akan menjadi produk yang memiliki standar bagus tapi tidak yang terbaik. Ilmu pengetahuan dan pengembangan sikap/nilai harus selaras tidak berat sebelah karena sesuatu yang berlebihan tidak baik, satu hal lagi yang harus di ingat ilmu pengetahuan yang kalian dapatkan adalah pemberian yang terindah dari Tuhan  bahkan mahal harganya tapi jika tidak digunakan dengan bijak maka bisa mendatangkan petaka. Seperti kekayaan ditangan yang salah akan mendatangkan kemiskinan tapi kekayaan akan menghasilkan keberkahan ditangan yang bijak. 


Akal Budi, jangan pakai akalnya aja tapi budinya juga dipakai.

Jenius Itu Mahal, Bagaimana Seharusnya Kita Mendefinisikan Jenius - Yoga Agung D.

 


Banyak orang ingin menjadi jenius. Tapi, sebelum berusaha menjadi seorang jenius, baiknya paham terlebih dahulu, apa itu jenius?

ARTI JENIUS DI MASA YUNANI KUNO TERNYATA BEDA DENGAN JENIUS DI MASA KINI

Jenius adalah kata yang mungkin saat ini sulit didefinisikan. Lain dengan zaman dahulu, kata jenius adalah kata yang sudah jelas maknanya. Dahulu, orang-orang pada zaman Yunani kuno mengartikan jenius sebagai makhluk yang mampu melakukan hal-hal di luar nalar. Jenius dalam bahasa inggris adalah genius, yang mana kata ini berasal dari kata genie. Ya, genie. Arti dari genie adalah jin. Jadi, menjadi jenius pada zaman tersebut sama halnya menjadi jin.

Sedikit maju ke abad pertengahan, pengertian jenius telah mengalami pergeseran. Meskipun masih mengenai sesosok yang mampu melakukan hal-hal di luar nalar. Jenius di masa itu adalah seseorang yang mampu melakukan sihir atau bahkan mampu meramal masa depan. Merekalah para "orang pintar", yaitu penyihir ataupun  peramal.

Di zaman modern, nampaknya hal-hal di luar nalar telah dimaknai bukan semata hanya hal-hal ghaib. Orang pintar yang telah mengembangkan sains dan teknologi, berhasil menggeser paradigma kebanyakan manusia bahwa karya besar manusia biasa (bukan penyihir atau peramal) adalah sesuatu yang juga berada di luar nalar. Berbeda dengan abad pertengahan di mana orang pintar dimaknai sebagai penyihir atau peramal, pada zaman modern orang pintar ini dijuluki sebagai ilmuwan. Orang menganggap jenius itu adalah orang yang menggeluti sains, yang bekerja di dalam laboratorium dengan jas putihnya. Atau seorang lelaki berkepala botak dengan telapak tangan berwarna putih karena kapur yang dipakainya selama satu jam penuh menuliskan persamaan alam semesta di papan tulis.

INI YANG MEMBUAT MAHAL SEORANG JENIUS

Deskripsi jenius semacam itu menggiring abstraksi kita bahwa orang jenius adalah orang yang seperti Einstein. Tapi, apakah benar seperti itu yang kita pahami sebagai orang jenius? Bagaimana dengan Picasso? Beethoven? Mozart? Marthin L. King? Pahamilah, mereka juga jenius. Karena apa? Karena mereka adalah orang-orang yang tangguh di bidang mereka masing-masing. Sangat sulit meniru mereka.

Ada yang tangguh di bidang seni, ada yang tangguh di bidang sosial. Tapi, sekali lagi, Tapi. Apakah menjadi tangguh di suatu bidang sudah cukup untuk disebut sebagai jenius? Ternyata belum. Jika menjadi tangguh sudah cukup untuk menjadi jenius, maka terlalu murah kata jenius ini disematkan kepada orang tangguh tersebut. Banyak sekali orang yang telah kita ketahui berjiwa tangguh di bidangnya masing-masing dan banyak sekali media yang menyematkan kata jenius ke orang-orang itu; menjadikan jenius sebagai hal yang murah untuk dimiliki. Satu hal yang perlu masuk dalam hitungan adalah selain tangguh di bidangnya masing-masing, untuk menjadi jenius, karya orisinil atau insight yang diberikannya harus membawa dampak yang mengubah kehidupan masyarakat. Dan dampak tersebut tidak terbatas ruang dan waktu. Artinya, dampak yang dihasilkannya dapat dirasakan oleh umat manusia di berbagai sudut dunia dari zaman ke zaman.

Dalam satu kalimat, jenius adalah seseorang yang bekerja sangat tangguh di bidangnya sampai-sampai menghasilkan karya orisinil atau insight yang mengubah kehidupan masyarakat entah itu baik atau buruk yang melintasi ruang dan waktu.

Dengan ini, jika kita masih sering kesulitan membedakan mana orang jenius dan mana yang bukan, kembali saja dengan definisi tersebut. Kasus yang kerap terjadi adalah kita masih menganggap semua orang berbakat adalah orang yang jenius. Padahal, level orang berbakat ada di bawah level orang jenius. Kesimpulan elegan telah dibuat oleh filsuf Jerman, Arthur Schopenhauer, yang mengatakan bahwa "Eine talentierte Person trifft ein Ziel, das niemand sonst treffen kann, eine geniale Person trifft ein Ziel, das niemand sonst sehen kann."

(hahaha, ini dia artinya)

"Orang berbakat mampu menembak target di mana tidak ada seorangpun yang bisa menembak target tersebut, dan orang jenius mampu menembak target di mana tidak ada seorangpun yang bisa melihat target tersebut."

APA SAJA KEBIASAAN PARA JENIUS?

Setelah kita definisikan jenius dengan harga sangat tinggi (tidak disematkan secara murah pada orang-orang). Maka, selanjutnya kita bisa mulai belajar untuk menjadi jenius dengan mempelajari apa-apa yang menjadi kebiasaan para jenius. Dengan berusaha menjadi jenius, artinya kita berusaha menaikkan harga diri kita. Juga kita menjadi tahu bahwa apa yang kita kejar adalah sesuatu yang mahal. Saya sebagai penulis, juga masih dalam perjalanan untuk mencapai kejeniusan. Saya selalu menganggap perjalanan ini sebagai perjalanan tiada akhir. Saya mencoba fokus untuk berproses tanpa melihat apakah saya sudah sampai di garis finish atau belum.

Ada 14 poin yang menjadi kebiasaan para jenius. Semua poin ini didapat dari berbagai kisah hidup para jenius yang pernah ada. Di sini bukan berarti seorang jenius melakukan semua kebiasaan ini,  tetapi bisa jadi orang jenius pertama hanya memiliki tujuh kebiasaan ini, orang jenius kedua hanya memiliki delapan kebiasaan, dan seterusnya. Sehingga, jika dilihat secara keseluruhan, dapat diketahui ternyata ada 14 poin kebiasaan yang biasanya dimiliki orang-orang jenius.

Kebiasaan tersebut adalah: etos kerja, ketangguhan, keaslian, imajinasi kekanak-kanakan, rasa ingin tahu, gairah, ketidakmampuan menyesuaikan diri yang kreatif, pemberontakan, pemikiran lintas batas, tindakan kontra, persiapan, obsesi, relaksasi, dan konsentrasi.

MARI KITA MULAI, TAPI TUNGGU DULU

Bahasan dimulai dari etos kerja, yang mana pada bahasan ini akan mendiskusikan antara bakat dengan kerja keras dan antara IQ dengan MQ. Yang akan dibahas di artikel selanjutnya, semoga.

Servo Mechanism - Adrine Baskara

 SERVO MECHANISM



Pernahkah Anda ingin melakukan sesuatu tapi tidak pernah terjadi? Misalnya ingin sehat, tetapi di hadapan Anda selalu makanan enak, berkolesterol, dan berlemak.

Ingin menabung, tetapi selalu ada saja penyebab uang keluar dari kantong.

Artinya, ada yang salah dari servo Anda, yaitu suatu proses loop tertutup untuk mengoreksi proses secara terus-menerus agar tetap dapat menuju ‘target’ yang telah ditetapkan. 

Sebagai contoh, peluncuran peluru kendali menerapkan teknik servomechanism, yakni ketika target telah “dikunci” maka gerakan peluru yang mulai melenceng akan direvisi ulang sehingga kembali menuju arah semula. 

Proses revisi ini berlangsung terus-menerus, sampai akhirnya peluru kendali tepat mengenai sasaran yang telah ditetapkan. Apa hubungannya dengan perilaku manusia? Sangat berhubungan erat!

Dr. Maxwell dalam buah karyanya Psychocybernetics yang menyoroti peran besar dari self-image dalam kesuksesan seseorang, memperkenalkan penggunaan istilah “servomechanism” ini untuk menggambarkan gerakan kecenderungan manusia. Pada dasarnya dalam kehidupan ini, setiap orang bergerak dengan prinsip servomechanism alias terus-menerus melakukan koreksi hingga sesuatu yang digariskan terjadi.

Proses koreksi ini berlangsung dengan melibatkan seluruh kesadaran holistik manusia—baik alam sadar maupun bawah sadar, conscious and unconscious

. Jika seseorang sudah “digariskan untuk sial”, apa pun yang terjadi, cepat atau perlahan tapi pasti, proses servomechanism akan menuntun orang tersebut untuk menuju kondisi sial ini tanpa bisa ditolak sama sekali. 

Demikian juga jika seseorang sudah “digariskan untuk beruntung”, servomechanism ini dengan akan membawanya ke keadaan yang seharusnya, yaitu “beruntung”! 

Semua yang akan kita alami dalam hidup ini, telah “digariskan”. Suka atau tidak suka, servomechanism akan membawa kita ke sana dengan cara yang sangat cerdas, bahkan dengan cara yang sering kali tidak terduga. 

Jadi, kini menjadi lebih jelas! Jika suatu saat kita berkeinginan untuk mencapai sesuatu—yang biasanya adalah hal-hal yang indah dan menyenangkan—lalu ketika kita seakan-akan sudah semakin mendekati hal tersebut, tiba-tiba di bagian akhir semuanya berbelok 180 derajat. Jangan menyalahkan siapa pun karena servomechanism dalam diri kitalah yang bekerja.

Lho, kok bisa?

Artinya, hidup kita sudah digariskan. Dan, kita tidak akan dapat keluar dari garis ini. Apakah ini yang disebut dengan nasib, atau takdir, atau apapun istilah yang sejenis? 

Tentu saja tidak! Pembahasan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan nasib dan takdir. Yang jelas, sudah ada ahli tersendiri untuk membahasnya. Pembahasan di sini justru akan menyadarkan kita bahwa kita adalah pembuat “garis” yang dimaksud, jadi tentu saja kita pula yang dapat mengubahnya!

Jika Anda percaya dan berminat, tulisan berikut akan bermanfaat dan mungkin dapat memberdayakan hidup Anda! Namun, jika Anda termasuk dalam kelompok skeptis yang lebih “nyaman” dengan belief bahwa manusia hanya dapat “menerima” sesuatu yang sudah tidak dapat diubah lagi, tentu tulisan ini sama sekali tidak akan bermanfaat bagi Anda. 

Bahkan, mungkin tulisan ini cenderung akan membuat Anda semakin tidak nyaman karena mungkin Anda akan menjadi lebih “berdaya”!

Ya, servomechanism akan menuntun seseorang untuk selalu mencapai sesuatu yang telah digariskan. Garisnya dibuat oleh sosok yang terdapat dalam diri setiap manusia, yang dikenal dengan nama self-image dan belief system. Kita tidak akan pernah dapat lari dari self-image dan belief system kita sendiri. Dalam konteks praktis sehari-hari, apa pun yang kita peroleh dalam kehidupan ini hanyalah ekspresi dari seluruh kemampuan kita yang telah mencapai tingkatan unconcious competence atau keahlian bawah sadar.

Sebagai contoh, jika kita pernah mengalami kegagalan dalam satu aspek kehidupan, misalnya bisnis. Maka, kegagalan-kegagalan berikutnya akan cenderung untuk memperkuat self-image dan belief system kita, bahwa kita adalah ahli dalam “kegagalan bisnis”.

yang melekat dalam diri kita, alias sudah mencapai tingkatan keahlian unconscious competence!

Sejak saat itulah gerak langkah kita akan dipandu oleh Automatic Guidance System yang akan bergerak dengan pola servomechanism. Proses koreksi akan berlangsung terus, sampai kita benar-benar mencapai “kegagalan” karena kita adalah ahlinya!

Apa pun dalam hidup ini, jika kita telah sedemikian mudah mencapainya, sesungguhnya kita telah menjadi “Sang Ahli” dalam hal tersebut—baik itu kegagalan maupun keberhasilan.

Apakah Anda pribadi yang selalu beruntung? 

Apakah Anda selalu didera sial tak berujung di sepanjang hidup Anda? 

Apakah Anda gampang memperoleh pinjaman uang? 

Apakah Anda selalu ditolak saat meminjam uang? 

Apakah Anda sangat mudah sakit?

Apakah Anda demikian sehatnya?

Apakah Anda demikian mudah mencari sahabat?

Apakah Anda sangat mudah mencari musuh?

Apakah Anda sulit mencari uang?

Apakah Anda selalu ditolak oleh lawan jenis Anda?

Apakah Anda seseorang yang sangat mudah untuk memperoleh pasangan?

Apa pun itu, ke mana pun arahnya, menunjukkan bahwa Anda telah menjadi ahlinya!

Unconcious competence!

Servomechanism Anda akan selalu berproses untuk menciptakan hal tersebut! 

Nasib manusia, baik atau buruk, tertulis citra diri dan belief system keyakinannya, bak blueprint yang selalu mengawali suatu perwujudan realita fisik.

Kini, semuanya menjadi terserah kita! Mau tepat pada Servomechanism positif atau negatif?

Keperawatan : perkembangan dalam kemajuan teknologi

 


PERAWATAN

 Ilmu pengetahuan menunjukkan dengan jelas bahwa orang- orang menjadi lebih cepat pulih ketika mereka dirawat dengan benar, dengan dukungan emosional oleh perawat. Hal ini terbukti nyata. Pasien yang bahagia menjadi lebih cepat sembuh. Perawatan secara tradisional masih membutuhkan perawat yang baik dan sabar. Hal ini membuat profesi perawat tetap mendapat tempat berharga di masyarakat. 

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak perawat justru berupaya untuk naik level dalam rantai nilai profesional. Mulai dari keinginan mendapatkan gelar, bahkan menjadi dokter yang dapat menangani beberapa kondisi dan masalah. Namun, hal ini justru membuat mereka kehilangan harga di mata masyarakat. Hal itu karena kemampuan para dokter kelak tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI) yang sudah mengungguli rata-rata dokter dalam hal diagnosis. Bahkan, robot sudah ikut membantu dalam operasi yang membutuhkan presisi tertinggi. 

Sikap perawat yang mengejar kenaikan derajat ini membuat pandangan media dan masyarakat menjadi memburuk terhadap perawat. Kita sekarang sering membaca berita tentang betapa tidak pedulinya perawat, betapa malasnya mereka, tidak kompeten, dan sebagainya. Mereka selalu membuat kesalahan. Akan tetapi, kita biasa mengabaikan kekurangan mereka jika mereka masih memiliki kepedulian pada pasien. 

Media saat ini sering menggunakan istilah seperti "terlalu mewah untuk peduli", atau "sepertinya kita tidak menyukainya lagi". Namun, orang yang sama masih melamar pekerjaan sebagai perawat, padahal pendidikan tidak pernah setara dengan kecerdasan, sehingga banyak kesalahan dasar masih terjadi. 

Ketika seorang perawat belajar mengenai pekerjaan kemampuan mentalnya tidak fokus pada persyaratan peker jaan yang sebenarnya, mereka ingin mendapat pendidikan kedokteran umum dan lebih akademis. Namun, hal ini kurang praktis karena pendidikan tersebut lebih cocok untuk dokter daripada perawat. Jika ini berlanjut di masa depan, profesi keperawatan akan terus tergelincir. 

Perawatan medis mengharuskan kita memahami ilmu dasar keperawatan, selain dapat menggunakan peralatan dan meracik obat-obatan sesuai resep. Akan tetapi, karena ia juga tahu cara menggunakan peralatan kedokteran secara benar dan dapat melakukannya dalam praktik, hal itu justru menjadi kesalahan yang berbahaya.

 Kita sudah memiliki ilmuwan spesialis, apoteker, kon- sultan, pendaftar, dan dokter junior. Yang juga kita butuhkan perawat yang mampu memastikan bahwa kebutuhan pasien dapat terpenuhi sepenuhnya, baik secara fisik maupun emosional. 

Merawat pasien dengan baik akan membantu memperce pat kesembuhan mereka. Jadi, kita perlu memulihkan fungsi keperawatan tradisional karena ini adalah bagian yang penting dan efektif dari sebuah proses perawatan. Jika sepertinya tren saat ini-perawat menjadi terlalu mewah untuk merawat dengan sabar, kita perlu menemukan kembali pekerja baru yang mengisi peran itu. Misal, asisten deputi dokter junior yang dibayar rendah akan sulit untuk bersaing dengan peran teknologi seperti PC dan robot murah. Jadi, mari kita berharap bahwa pengasuh sejati dapat lagi mengambil alih kepe- rawatan. Kita membutuhkannya dan R2D2 dapat melakukan hal lain dengan lebih murah dan lebih baik.

kanvas dan pekerja rendahan - Sebastian Yugi

 


Apa yang dibutuhkan di dunia nyata namun  tidak diajarkan di sekolah.

Dalam Ilmu pengetahuan Roma, ada suatu pekerjaan yang diangap rendah namun banyak orang yang mengunakan jasanya biasanya yang mengunakan jasa pekerjaan itu berasal dari kalangan atas seperti bangsawan, kesatria,pemikir, politisi,penulis dll.  Nama pekerjaan itu adalah  Ateambulo secara harafiah artinya “Orang yang membersihkan Jalan” . Untuk tugas dari Ateambulo mirip seperti makna harafiahnya yaitu memastikan Tuan mereka selalu dalam keadaan senang,  jadi sambil Tuan jalan-jalan Ateambulo menjelaskan apa yang ada di depan tuanya(mirip Guide) selagi di depan tuannya ada sampah yang berserakan, merekalah yang membereskan bahkan sampai tuannya tidak tau kalo ternyata daerah yang mereka kunjungi sebenarnya banyak sampah yang berserakan, jika tuannya lapar tugasnya mencarikan makanan untuk Tuannya, dan bahkan dalam setiap langkah tuannya, Ateambulo harus selalu memuji tuannya atas semua tindakannya. Tapi pada jaman sekarang  pekerjaan Ateambulo sudah tidak ada karena dinilai merendahkan derajat manusia.

Seberapa sering kamu di sekolah diajarkan untuk menjadi yang terbaik? Apa kamu pernah bekerja untuk dapat pengakuan? Siapa sih teman yang ingin kamu kalahkan di sekolah mungkin dari prestasinya?  Bagaimana rasanya ketika kamu berada pada posisi terbawah saat ulangan kelasmu?

Kita semua pasti pernah merasakan belajar di sekolah.  Pasti dari pertanyaan di atas ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu jawab sendiri. Tenang aja ini bukan ulangan kok dimana kamu harus mendapat nilai 100 untuk jadi pribadi yang sempurna. Sekolah mengajarkan kita untuk meraih lebih dan menjadi si nomor satu dimanapun, dan bahkan kita diajari cara dan triknya juga. Seperti yang kita tau di dunia yang kita tingali, orang ga peduli seberapa cerdas kamu dengan bisa menjawab soal ulangan, dan orang lebih menilai kita dengan tindakan kita.ketika kamu bisa menyesuaikan dirimu dengan lingkunganmu kamu akan di angap sebagai orang cerdas, ketika kamu punya inisiatif menyapu kamu akan diangap orang rajin, ketika kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu tepat waktu kamu dinilai cekatan. Dari penilaian itu ada ide sederhana tentang menjadi baik di mata orang lain yaitu dengan memberikan apa yang merupakan kebutuhannya bahkan kalau bisa tanpa orang itu minta,jadi tau tau semua sudah tersedia untuk orang itu. Disisi lain kita pasti pernah mengira bisa menciptakan karya terbaik kita agar orang lain tau kalau kita orang cerdas. Padahal agar orang lain mengakui kamu cerdas kamu harus memenuhi kebutuhan mereka dulu mungkin salah satunya dengan menyelesaikan masalah mereka yang paling sederhana. Jika kita membuat karya terbaik  hanya berdasarkan keinginan kita tanpa peduli apa yangorang lain rasakan, Ego akan ikut bermain dalamproses pengerjaan karyamu. Belajarlah untuk menjadi seperti pekerja Ateambulo , berhenti memikirkan keinginanmu dan mulailah pahami kebutuhan orang lain. Mungkin kamu bertanya “Iya, tapi Ateambulo adalah pekerjaan rendahan apakah dengan melakukan seperti ateambulo saya akan menjadi orang rendahan?”  tapi faktanya apa yang kamu pikirkan tentang diri kamu belum tentu orang lain memikirkan hal yang sama. Apa yang kamu kerjakan mungkin kamu rasa hal rendah tapi bisa jadi hal itulah yang menjadikanmu pribadi yang penting di mata orang lain. Secara sederhana angaplah diri kamu sebagai kanvas (tempat untuk melukis) kanvas pada dasarnya hanya memiliki satu warna dasar saja (umumnya warna putih) dia tidak punya keindhaanya sendiri, bahkan tanpa percampuran warna lukisan,kanvas tidak bernilai jual tinggi, bahkan lukisan bagus yang di lukis di kanvas yang buruk, nilai jualnya akan tetap tinggi. Tapi Ingat pelukis tidak bisa menciptakan lukisan tanpa kanvas meskipun dia tidak memiliki harga jual tinggi tapi kanvas selalu dibutuhkan untuk melukis. Sama seperti kamu meskipun kamu merasa karya kamu, pekerjaankamu,tindakan kamu bukan sesuatu yang jenius asalkan kamu melakukannya untuk orang lain kamu memiliki nilai diatas rata rata bagi orang lain.

Mungkin dalam dunia kerja kamu sering mendengarkan ungkapan “Turuti Atasanmu!” kalau kamu normal pasti kamu akan merasa itu bukan hal yang ingin kamu dengar apalagi kalau kamu lulusan Universitas ternama,  punya banyak bisnis. Coba ubah sudut pandangmu, sebenarnya maksud dari kalimat diatas bukan membuat orang lain terlihat baik, tapi membantu orang lain menjadi lebih baik. Dengan memberi orang tidak akan mengangap kamu menjadi kekurangan, malah mereka akan mengangap kamu berkecukupan

Efisiensi Mobilitas : Perubahan Iklim - Adrine Baskara

 


Seharusnya perubahan iklim menyebabkan pemerintah menerapkan peraturan lebih ketat yang mengatur emisi karbon dioksida (CO2). Mobil hibrida dan listrik akan menjadi lebih populer.

Namun, salah satu perkembangan paling penting yang dapat mengatasi kemacetan emisi CO2 adalah jalan raya elektronik yang memungkinkan mobil elektronik dapat menyetir sendiri. Perkembangan ini akan beriak hingga menciptakan efek urutan kedua dan ketiga. Misalnya, dengan mengambil alih setir dari tangan pengemudi manusia, banyak kesenangan akan hilang dari aktivitas mengemudi. Namun di lain, tingkat kecelakaan akan jatuh ke tingkat yang dapat diabaikan. Dengan berkurangnya kontrol ataupun keterlibatan pribadi terhadap mobil, diharapkan keinginan untuk memiliki mobil juga akan berkurang. Selain itu, tanpa kehadiran pengemudi manusia, mobil dapat dengan mudah dibagi di antara popu lasi yang besar. Karena mobil akan tersedia bagi setiap orang, saat mobil tersebut telah sampai di tujuan, tanpa ada yang harus mengantarkan mobil tersebut ke pelanggan berikutnya. Hasilnya, kemungkinan akan ada insentif besar bagi produsen mobil untuk menyediakan pool mobil yang dimiliki publik atau armada yang dikelola oleh seorang manajer.

Kepemilikan mobil pribadi sebagian besar akan bergan- ti, dari sistem berlangganan ke pool mobil atau transportasi umum. Selain itu, dengan armada besar kendaraan yang atau identik di bawah kendali elektronik akan relatif mudah untuk menyediakan pasokan listrik. Baik melalui berbagai titik pengisian ulang, maupun sistem penyimpanan baterai, sama atau bahkan menggunakan tenaga listrik dari kabel di jalan. trem.Jika listrik diproduksi secara ramah lingkungan, maka tingkat CO2 dari moda transportasi dapat dikurangi secara dramatis. Atau bahkan dihilangkan karena kendaraan me- nyumbang sekitar sepertiga dari produksi CO2. Sistem ini bisa menjadi kontribusi besar untuk solusi perubahan iklim. Jika ini terjadi, kita dapat bepergian di masa depan dengan hanya memanggil mobil melalui telepon atau internet, atau melalui sebuah perhiasan digital. Mobil akan tiba, kita hanya akan menggunakan perintah suara untuk memberitahukan tujuan, mobil dapat membawa kita ke sana. Setelah tiba di tujuan, mobil bisa langsung dilepaskan untuk digunakan oleh orang lain.

Jumlah mobil akan lebih sedikit, tetapi digunakan secara lebih efisien, dengan emisi karbon yang sangat rendah. Mobil tersebut tersedia untuk orang tua dan muda terlepas dari kemampuan atau kelincahannya, inklusif secara sosial dengan biaya rendah, keandalan, dan keamanan tinggi. Hal ini akan tampak sebagai tujuan besar yang bermanfaat dan dapatbenar-benar terwujud dalam beberapa dekade ke depan. 

Jadi, sekadar upaya menanggulangi perubahan iklim de- ngan meningkatkan teknologi
transportasi, orang-orang yang lebih tua akan mendapat manfaat besar dari peningkatan mobilitas, inklusi sosial, dan kebebasan pribadi.

Perubahan iklim juga dapat memengaruhi aturan bagi mobil untuk diperbaiki ketimbang didaur ulang. Dengan peng- gunaan material baru yang canggih, niscaya mobil akan dapat bertahan selama bertahun-tahun. Atau, mobil tersebut dibuat untuk dapat berubah bentuk sesuai mode terbaru dengan menambahkan panel yang berbeda, tanpa harus mengganti seluruh bagian mobil.

Masa Depan Kertas - Adrine Baskara

 


Kertas fleksibel untuk diremas dan dilipat. Kertas memiliki rasio kontras yang sangat tinggi dan ia kompatibel dengan hampir semua perangkat cetak, penggandaan dan penulisan manual.

Satu lembar kertas A4 dapat menyimpan informasi hingga ukuran gigabyte. Bahkan, kertas berukuran pita pun menawarkan penyimpanan data arsip termurah untuk komputer. Informasi disimpan secara sempurna sela- ma berabad-abad dalam kertas dan akan mudah dibaca lagi. Namun, hal ini masih membutuhkan waktu yang lama.

Kertas dapat pula didaur ulang. Ia bersifat biodegradasi, tidak memerlukan listrik untuk
menyimpan gambar, tidak pernah crash, dan tidak perlu 'upgrade'. Selain itu, harga ker- tas sangat murah dan bersifat sekali pakai. Namun di zaman teknologi informasi, kertas dianggap sebagai media usang. Kita akan melihat pengurangan lebih jauh lagi dalam penggunaan kertas.

Meskipun kertas masih jauh dari kepunahan. Penggunaan teknologi informasi yang tepat dalam bisnis akan menghapus kertas dari sistem administratif dan distri- busi. Tanpa kertas, informasi elektronik dapat dimanipulasi dan didistribusikan dengan lebih mudah, serta mudah pula ditransfer antarsistem. Informasi dalam bentuk kertas bersifat dalam waktu dan lokasi tertentu sehingga tidak dapat bersaing dengan gawai elektronik. Namun, dalam hal kemu- dahan dibaca, kertas menang dibanding gawai elektronik saat ini. Gawai yang hadir dengan tampilan, resolusi, kontras, dan ergonomi yang
buruk.

Jika kita menggunakan keduanya secara paralel dengan te pat, berarti selama ini kita melihat penggunaan kertas tumbuh bersama dengan gawai-gawai elektronik, dan bukannya menu- run. Informasi diproses dan ditransfer secara elektronik, dan kadang-kadang dicetak untuk dikoreksi secara manual oleh manusia. Dibutuhkan waktu beberapa tahun sebelum kertas elektronik (e-paper) menjadi cukup murah untuk mengganti- kan kertas konvensional sebagai media membaca yang luas.

Kindle dan buku elektronik (e-book) lainnya akan sangat bagus untuk menggantikan buku, kertas dan majalah, dalam beberapa situasi. Jadi, kertas masih memiliki pasar yang besar karena buku elektronik berbahan kaku, dapat rusak, dan Anda tidak dapat menggunakannya dipesawat saat lepas landas, Buku elektronik juga tak akan bertahan selama ratusan tahun.

Kertas elektronik masa depan akan sangat fleksibel. la menggabungkan kenyamanan kertas dengan fleksibilitas medium elektronik. Buku-buku kertas juga akan terus ada, meskipun pasarnya akan mengecil. Anak-anak kecil adalah pangsa pasar ganda yang sangat bagus untuk keduanya. Kertas versi elektronik tentu sangat kuat dan memungkinkan banyak interaksi dan potensi bermain bagi anak-anak. Namun, dengan sebuah buku kertas, seorang anak dapat mencoret, merobek halaman, dan membawa bundelannya. Mereka pun bisa me nyortir semua buku dan membandingkan semua gambar di sampulnya. Cara bermain seperti ini tidak dapat dilakukan dengan buku-buku elektronik.

Pada buku kertas, cerita hanya menjadi sebagian kecil dari produk. Hal yang sama juga berlaku untuk buku dewasa. Saya tidak akan pernah membeli ensiklopedia dalam bentuk kertas dan secara teratur menyingkirkan buku novel kertas yang tidak saya sukai lagi dari rak, agar ada ruang kosong. Saya dengan senang hati akan membeli novel dalam bentuk elektronik. Namun, saya tidak akan membuang buku dengan sampul ke- ras (hard cover) yang indah karena saya senang memiliki dan membacanya. Kertas-kertas yang terikat dengan baik sebagai buku bernilai lebih dari sekadar media untuk kata-kata.

Majalah harus banyak berubah untuk bertahan hidup. Majalah bersifat sementara, berat, besar, dan tidak efisien da- lam menyajikan informasi. Bahkan, mahal untuk diproduksi dan didistribusikan. Versi tablet dan Kindles akan lebih mu- rah dan lebih serbaguna.
Namun, majalah tidak pernah menjadi kertas itu sendiri. Kertas hanyalah mediumnya. 

Sebuah majalah adalah koleksi materi bertema yang sudah diedit, yang formatnya sudah di- kenal oleh pembaca, yang pada dasarnya membentuk ikatan melalui bacaan. Sebuah majalah sering kali melayani ceruk tertentu dalam pangsa pasar pembaca. Maka, majalah dapat bertahan hidup di evolusi medium.

Sementara itu, semua pertempuran dalam jangka pendek akan menguntungkan media
elektronik yang mengorbankan kertas. Sebuah majalah masa depan mungkin dapat menggabungkan keduanya dengan anggun, dalam majalah bekertas tipis, yang dibangun di atas panel kertas elektronik yang sepe- nuhnya berjejaring ke awan (cloud). Cara ini dapat membuat majalah tetap menjadi bagian dari gaya hidup pembaca saat mereka menjalani hari, sekaligus memperdalam ikatan.

Alternatif lain, majalah dapat dicetak dalam bentuk kompresi digital pada satu lembar kertas elektronik, dijual di agen koran, dan dibaca melalui alat pemindai. Cara ini meru- pakan pilihan super cepat untuk distribusi melalui jaringan internet. Atau tentu saja, Anda bisa menggunakan ponsel pin- tar dengan cara mengunduh majalah setelah menyentuh ikon yang sesuai. Ada banyak cara suatu industri dapat bertahan hidup. Melihat pilihan yang benar-benar akan digunakan sa- ngat menyenangkan.

Kertas akan tetap menjadi solusi terbaik untuk banyak aplikasi. Slip kuning, kartu ulang tahun, surat cinta yang wangi, dan banyak produk kertas lainnya mungkin akan tetap bertahan untuk beberapa waktu, walau inovasi baru akan terus muncul. Tidak mungkin kertas elektronik akan menjadi media sekali pakai, layaknya kertas konvensional. Kertas konvensio- nal masih akan digunakan untuk membuat catatan cepat dan memo untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Kartu nama dan kartu pos akan memiliki data elektronik yang dibaca oleh mesin. Jadi, kita akan melihat kehadiran kertas hibrida digital.

Meminjam Kacamata Orang Lain

 


 “Good Artist Copy Great Artist Steal” –Pablo Picaso

Ketika saya sekolah saya bukanlah orang yang pure sering jujur, tapi saya tidak membenarkan tindakan berbohong, suatu ketika saat ulangan guru mulai membagikan kertas ulangan. Untuk mengantisipasi siswa mencontek, tempat duduk diacak( merupakan keberuntungan duduk bersama murid pintar yang bisa kerjasma), tidak hanya itu buku paket dan buku tulis pun di tumpuk di meja guru dan semua murid harus tenang selama ulangan. 

Sebelum ulangan dimulai, saya merasa seperti semua guru selalu mengucapkan kata kata template dimana kita harus jujur, lebih baik hasil jelek tapi jujur daripada hasil bagus tapi mencontek. Sebenarnya perkataanya macam macam pati polanya sama, Intinya selalu buatlah jalanmu sendiri jangan mencontoh orang lain,  kamu harus menjadi orang jujur. 

Tapi ketika saya belajar mulai masuk di lingjungan kerja saya mulai mempertanyakan hal yang ditekankan oleh guru disekolah salah satu hal itu adalah kerjakan sendiri jangan mencontoh. Ketika saya bekerja hampir setiap pekerjaan mengharuskan saya mencontoh, baik itu mencontoh dari hasil pekerjaan orang lain atau mencontoh ide dari pelanggan, untuk permintaanya macam macam ada yang mudah ada nada yang kurangajar kalau yang mudah kita tingal mencontoh dan kalau yang merepotkan saya terpaksa harus mengerjakan sendiri, karena itu merupakan tangung jawab saya secara pekerjaan. 

Ngomong ngomong pekerjaan pertama saya adalah Desain grafis yang berfokus pada Jersey Olahraga. Sangat jarang orang meminta ide orisinil saya untuk diterapkan ke pekerjaannya dan menerima hasilnya, ada beberapa orang yang meminta ide orisinil saya tapi kemudian mereka revisi dan hasil ide itu segera menjadi milik mereka.

Setiap orang memiliki egonya masing masing entah disukai orang lain atau tidak pasti mereka memiliki ide mereka masing masing juga. Ada beberapa orang yang bijak dan ada berapa yang ceroboh, ada yang berhasil dan ada yang gagal, ada yang sukses dan ada yang bangkrut semuanya memiliki hasil yang berbeda. Namun Anda tidak bisa menciptakan jalan anda sendiri tanpa belajar dari mereka, Anda tau kenapa? Karena waktu kita di dunia hanya sebentar, terlalu banyak kegagalan yang harus dihindari dan keberhasilan yang ingin dicapai. Maka dari itu anda harus belajar dari pengalaman orang yang sudah melakukan terlebih dahulu, entah yang berhasil atau yang gagal, anda harus belajar kapan waktu yang paling tepat untuk berhenti dan kapan waktu yang tepat untuk berusaha, memang keduanya tipis bedanya karena tidak semua orang siap gagal.Ketika anda sudah tau apa yang harus dipelajari dan dari siapa anda harus belajar, selanjutnya adalah tentang bagaimana cara anda bisa menjadi seperti mereka yang berhasil, ada sebuah ilmu yang sangat bagus, nama ilmunya Modeling yaitu bagaimana anda menjadi orang yang anda jadikan model, perhatikan cara dia berekasi terhadap suatu masalah, apabila lihat bagaimana dia menangapi suatu peluang, bahkan anda bisa mempelajari dia dari hal terkecil dan detil yang dia lakukan seperti cara bernafas, memilih nada suara, tatapan mata, pilihan berpakaian dan masih banyak haldetil lainnya yang bisa anda pilih, tujuannya bukan untuk menjadi seperti Orang yang anda modeling tetapi mengetahui hal apa yang membuat dia bereaksi dan bagaimana cara dia bereaksi

Mungkin apa yang anda ketahui tentang orang itu tidak sepenuhnya benar, tapi dengan modeling anda akan mendapatkan hasil yang lebih pasti dari pada harus menyerah dengan banyaknya kegagalan yang terjadi

Rene Descartes history of rasionalisme - Adrine Baskara


Aliran rasionalisme ini dibangun oleh Descartes (1596- 1650), seorang ahli matematika yang produktif yang me- nerima sesuatu yang clearly and distinctly. Ia lahir di La Haye, Totiroine, sebuah daerah kecil di Perancis Tengah, adalah anak ke tiga dari seorang Parlemen Bretagne. Ia Mempelajari hukum dan kedokteran pernah menjadi tentara. Tulisan- tulisannya; Discours de la methode (Uraian tentang Metode) pada tahun 1637, Meditationes de Prima Philosophia (Renungan- renungan tentang Metafisika) pada tahun 1641, Principia Philosophiae (Prinsip-prinsip Filsafat) pada tahun 1644. Sebagian publikasi kesarjanaan melihat hubungan antara model berpikir Descartes dengan model berpikir filosof Muslim al-Ghazali, terutama tentang metode keraguan. Jika pada masa kekuasaan gereja semua sudah dianggap pasti semua ditentukan gereja, dengan metode keraguan ini semuadapat diragukan tidak terkecuali argumen-argumen ke- tuhanan yang dibangun gereja. 

Dalam abad ketujuh belas, kebutuhan terhadap mate- matika dalam mempelajari garis lengkung, yang berupa jalan yang ditempuh cahaya melalui lensa, trayek tembakan meriam, perjalanan kapal di laut, atau orbit-orbit di planet, menyebaba ahli matematika seperti Rene Descartes men- ciptakan metode aljabar mengenai garis lengkung, sehingga aljabar dapat dipakai dalam mendeduksikan sifat-sifat garis lengkung tersebut. Ciptaaan ini dinamakan geometri koor- dinat atau geometri analitis. Koordinat yang terkenal adalah koordinat Cartesius (Cartesius nama Latin Descartes). 

Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencakupi dan dapat dipercaya adalah rasio atau akal. Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akallah yang memenuhi syarat yang dituntut semua pengetahuan ilmiah. Pengalaman hanya bisa dipakai meneguhkan pengetahuan yang telah di dapat oleh akal. Akal tidak memerlukan penga- laman. Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sen- diri, yaitu atas dasar-dasar pertama yang pasti. Aliran ini meng- gunakan metode deduktif. 

Rene Descartes dalam kajian filsafat dikenal sebagai pendiri filsafat modern. Ia terpengaruh oleh fisika, astronomi, matematika, dan menolak segala tradisi Skolastik dan juga tidak menerima fondasi para pendahulunya. Hal ini dilaku- kan berdasarkan pada sebuah keinginan untuk membangun sebuah filsafat yang benar-benar baru. Setelah bergelut dengan ilmu eksakta, Descartes kecewa dan tidak puas dengan filsafat yang diterimanya. 

Bapak pendiri filsafat Barat modern yang terepengaruh oleh al-Ghazali ini terkenal sebagai seorang matematikus Usahanya adalah: mencari satu-satunya metode dalam seluruh cabang penyelidikan manusia. Kedua karena dia telah mem- perkenalkan dalam filsafat, terutama yang menjadi prinsip dasar penelitian filsafat semenjak waktu yaitu rasionalisme model Descartes. Munculnya Descartes tidak lepas dari situasi yang dihadapinya seperti kuatnya fanatisme (nalar kolektif) pada saat itu. Dengan fanatisme mereka mengikuti saja pendapat orang lain dengan tidak berpikir kritis, bepikir lebih jauh. Descaretes yang mempelajari filsafat skolastik melihat krisis dalam pemikiran saat itu. 

Sebagai rekan sezaman dengan Bacon dan Galileo," dan sebagai seorang pendahulu langsung Newton, Descartes merupakan wakil sempurna dari semangat ilmiah baru waktu itu. Walaupun dia merasa takut dan menghormati pengawasan gereja (setelah mendengar hukuman Galileo) dia tidak tunduk pada penguasa intelektual yang manapun kecuali sinar akal sehat. Ia terpisah dari tradisi skolastik dan urusan duniawi humanis di zaman renainsans. Bagi Descartes hasil semua spekulasi sebelumnya terpaksa dikesampingkan atau ditangguhkan sampai semua prinsip yang jelas dan tak diragukan lagi dapat ditemukan yang digunakan untuk mengukurnya. 

Setelah bergelut dengan ilmu-ilmu eksakta, Descartes merasa kecewa dan tidak puas dengan filsafat yang di- terimanya. Dalam pandangannya, ada jurang antara filsafat Aristoteles orientasi ilmiah baru. Walaupun filsaafat telah ditanamkan berabad-abad oleh para pendahulunya, namun tidak sesuatu pun yang ditemukan darinya, karena filsafat masih mengandung perelisihan dan keraguan. Sementar matematika sangat menyenagkan karena kepastian dan kejelasannya. 

Menurutnya ilmu pengetahuan harus mengikuti satu metode yang umum. Adapun yang haruis dipandang sebagai apa yang jelas dan terpilah-pilah (clear and distinctly), artinya bahwa gagasan-gagasan atau idea-idea itu seharusnya dapat dibedakan dengan persis dari gagasan-gagasan atau idea-idea yang lain. Ilmu pengetahuan harus mengikuti jejak ilmu pasti. Ilmu pasti menjadi suatu contoh bagi cara mengenal atau mengetahui yang maju. Ilmu pasti bisa dipandang sebagai penerapan yang paling jelas dari metode ilmiah. Metode ilmiah itu sendiri bersifat umum. 

Paradoks budaya antri -Sebastian Yugi




Pada saat kita masih kecil pasti kita pernah diajari untuk mengantri, yang mengajarinya bukan cuma satu orang saja, guru disekolah ngajarin, pedagang pedagang ngabarin, satpam ngajarin, temen temen juga ngajarin, kata mereka budayakan antri. Selain bisa lebih tertib mengantri bisa membuat pekerja lebih fokus melayani kamu, coba bayangin kalau kamu jualan di kantin dan ada 100 orang ke stan mu trus mereka rebutan pingin beli daganganmu tanpa antri dah harus melayani satu satu, gimana rasanya? Pasti bingung dong apalagi  kalo salah satu yang antri bawa uang 100 ribu padahal belinya cuma 5 ribu, bakal lebih susah cari kembalian, maka dari itu penting banget buat antri. Kalo kamu sebagai pembeli pasti lebih nyaman kali yang ngelayani bisa nglayani dengan bener, jajan yang dikasiin bener, kembaliannya bener,  ga perlu sesak sesakan, nyaman kan pasti? Tapi ga ada yang lebih nyebelin dibanding orang yang tiba tiba nyelonong langsung ke depan beli ataupun motong antrian kan sebel banget tuh. Tapi bener kok yang sebel bukan cuma kamu aja orang yang ga beli tapi lihat pasti juga sebel dong, orang yang nglayanin juga sebel, bahkan ga jarang orang yang nyrobot antrian ga dilayani dengan baik, entah setiap gerakan dia di pantau atau dilayani dengan judes. Tapi kayaknya yang ngelayani bakal lebih judes lagi kalo orang yang nyerobot antrian uang yang di bawa kurang, padahalkan kalo ga bawa uang mana bisa dapet makanan, buang buang waktu aja malah bikin bikin emosi. Tapi kalo kita bener bener pikir dengan rasional dengan dia ga membawa uang dia udah kehilangan salah satu powernya dia, kok bisa? Jadi untuk bisa mengerakkan dunia ada 4 unsur yang harus di penuhi terlebih dahulu yaitu Waktu Tenaga Energi dan pikiran. Setiap orang yang punya power pasti punya 4 unsur, tapi ga semua ke empatnya itu dominan, pasti ada salah satu yang domunan dan unsur lain ga begitu dominan. Yok kita bahas ke 4 unsur itu!

1. Time (Waktu)

Kita hidup di dunia ini pasti punya waktu, dan dalam setiap waktu kamu hidup di dunia pasti ada saat dimana kamu harus melewati beberapa momen, peristiwa, kejadian yang membentuk dirimu entah kejadian yang menyenangkan atau bikin bingung atau bikin syok pasti kamu pernah ngalamin. Tapi yang pasti setiap kejadian itu pasti berlalu semua hanya akan terjadi satu kali, waktu yang berlalu tidak akan bisa diulang kembali makanya waktu disebut sebut sebagai unsur yang paling berharga di antara unsur lainnya karens waktu paling dibutuhkan dan tidak bisa buat ulang.

2. Energy (tenaga)

Untuk melakukan pekerjaan kita harus bergerak bahkan buat mepakukan pekerjaan yang cuma butuh rebahan aja kaya ngechat pacar atau post konten kita juga butuh bergerak. Dan untuk bergerak kita butuh energi, energi sendiri sebenernya ga akan pernah habis karena bentuk energi selalu tetap, tapi kita sebagai wadahnya saja yang kapasitasnya semakin lama semakin berkurang. Misalnya kalo kamu masih muda kamu pasti suka bermain apa lagi permainan yang mengharuskanmu bergerak entah kejar kejaran, petak umpet, gobak sodor atau permainan apapun pasti kita seneng banget bahkan sampek lari larian selama 3-4 jam siap, tapi begitu udah menginjak kepala 2, mau gerak kok mager, pingin ngopi kok males gerak, kayaknya enak rebahan deh, tapi niat buat perginya masih kut sebenernya tubuh masih bisa cuma karena pulang kerja malah kecapean dan lebih milih rebahan

 

3. Think (ide/pikiran)

Kalo masalah think sendiri berkaitan dengan ide gagasan, sebenernya pikiran atau ide adalah sebuah unsur yang sedikit unik, karena bisa habis tapi bisa diperbaharui. Pernah ga sih waktu naik motor atau lagi mandi atau lagi persiapan tidur kamu kepikiran suatu ide sebenernya ide itu bukan ide besar, lebih ke ide sederhana, kalobuat ngewudinnya gampang dan ga perlu muluk muluk. Kamu juga udah setuju sama ide itu, trus beberapa menit kemudian kamu nanya "tadi aku mikir apa ya?" dan ide itu hilang di telan bumi. Padahal kalo kamu tulis ide itu, kalo lupa kamu masih bisa lihat. Hmm nyesel kan! Tapi sumber pemikiran itu ga cuma dari diri kamu sendiri tapi juga dari orang lain, kamu bisa dapet ide dari diskusi bareng temen, baca buku, gabung webinar ataupun dari curhatan temen. Tapi masalahnya kalo ide itu ga kamu eksekusi at least cuma nulis siap siap aja ide itu ilang

4. Money (Uang)

Uang sendiri adalah unsur ke empat, dengan uang kamu beli banyak hal yang bikin kamu seneng, bikin kamu lebih kaya, bikin kamu lebih bijak. Dengan memiliki uang berarti kamu punya power untuk melakukan sesuatu yang belum tentu bisa dilakukan sama orang yang ga punya uang. Uang sendiri sifatnya selalu datang dan pergi. Tapi pasti kamu punya dong, entah kecil atau besar, uang adalah unsur yang paling rendah skala kepentingannya, karena ke 3 unsur tadi ga bisa dibeli pake uang tapi ke 3 unsur tadi bisa ngehasilin uang. Tapi anehnya banyak orang nge korbanin ke 3 unsur tadi demi unsur ke 4, tapi itu wajar karena di dunia ini ga ada yang gila.

 

Jadi itulah 4 unsur yang mengerakan dunia, seperti yang kamu baca, dari ke 4 unsur itu waktu adalah unsir yang paling mahal dan uang adalah unsur yang paling bawah. Tapi ga semua orang sadar waktu adalah yang penting buktinya banyak yang menyiayiakan waktunya demi sesuatu yang mereka tau itu ga penting. Satu satunya orang yang memahami waktu itu penting adalah orang kaya. Ga tau kenapa dulu sering banget denger orang kaya beli barang aneh aneh ga penting tapi mahal yang mana kalo kamu beli di pasar loak aja ada banyak barang yang murah tapi kualitasnya lebih bagus daripada yang mahal. Belum lagi orang kaya yang nge habisin uangnya buat join premium member yang mana biayanya bisa lebih mahal dari kebutuhan yang biasa dia beli. Tapi ketika ulai menginjak usia 20 saya mulai paham kenapa ke 2 hal itu bisa terjadi. Ternyata dengan membeli barang yang lebih mahal, pandangan orang terhadap kamu akan meningkat, barangnya berasal dari brand ternama dan barangnya lebih awet (sering dibilang tergantung pemakaian) hal itu karena ketika kamu pakai barang mahal kamu bakal menganggap barang itu kaya the only thing you have. Jadi bawanya hati hati, pakenya pelan pelan, naruhnya di tempat aman. Tapi kalo kamu beli barang yang murah udah ditanyain sana sini itu " kw yah?"  lebih cepet rusak, malu makenya. Jadi lebih baik beli barang bagus untuk jangka panjang daripada barang murah tapi gonta ganti atau sering service. Beberapa waktu lalu saya pernah datang ke salah satu bank ternama indonesia untuk bikin mBanking tapi ketika saya datang saya harus menunggu di luar dalam waktu lebih dari setengah jam, lalu ada orang yang pakai pakaian kelas atas langsung masuk. Beberapa waktu selanjutnya saya di tawari untuk memakai kartu premium, tapi berhubung saya ga punya banyak uang akhirnya saya nunghu antrian saya selama 30 menit, dan saya lihat ke tempat premium, saya lihat orang yang tadi masuk dengan pakaian kelas atas keluar dari situ. "Ternyata dia member premium" pikir saya dengan membayar member premium sedikit lebih mahal dia bisa memangkas lebih banyak waktu dan harus dihabiskan dibandingkan saya member biasa. Ketika saya masih SD makanan kesukaan kita adalah nasi mie, dan seperti kebanyakan kantin yang ramai setiap orang harus mengantri tapi ada satu anak yang datang datang dia bilang mbah nasi satu, langsung dibikinin nasinya buat dia, sedangkan kita masih ngantri. Belakangan saya tau kalau dia adalah cucu dari penjual nasi. Hmmm kayaknya enak punya privilage sebagai sebagai orang dalam. Ketika sma saya sadar untuk dapat privilege saya harus kenalan sama orang dalam, akhirnya dapatlah salah satu pedagang batagor yang saya anggap sebagai temen, saya ga terlalu sering sih beli di dia tapi pas beli saya suka lebihin misalnya beli 5ribu saya kasih 5500 atau 6ribu ( saya ga mau nyebut dia siapa takutnya nanti bikin kecemburuan sosial) suatu ketika Tempatnya dia ramai, dan saya harus ngabtri karena ramai banyak orang ngobrol sambil ngantri saya nyeletuk "bang NANTI batagornya 5k sambalnya 2" dia pun mengiyakan dan langsung saya dikasih somay pesenan saya, padahal saya bilangnya nanti loh. Sehabis itu antrian pun berlanjut, ternyata dengan mengeluarkan lebih sedikit tanbahan uang (bonus) kita bisa mengurangi waktu yang terbuang. Dan saya sadar ternyata orang yang mengantri adalah orang yang ga punya power, dia ngantri karena bukan siapa siapa, kalo kamu mau berkorban sedikit pasti orang akan menghormatimu. Tapi saya ngomong gini bukan berarti saya ga ngantri saya ngantri tapi ada batasan yang saya tetapkan. Kalo rame mending cari tempat antri yang lebih sepi atau kamu kenalan sama yang jual biar ga harus menghabiskan waktu. Yakin sekarang masih mau nunguin lama buat ngantri?

 

 

Quotes

"Seorang atlet tidak bisa berlari kencang dengan uang di kantongnya, tetapi dengan harapan di pikirannya dan semangat di dadanya."

Mardigu Wowiek P.

Bossman

"Hari kemarin telah selamanya pergi. Manfaatkan sebaik-baiknya hari ini dan esok, jika kau ingin menebus waktu yang hilang."

Napoleon Hill

Author

"Terkadang saat kamu berinovasi, kamu membuat kesalahan. Yang terbaik adalah mengakuinya dengan cepat, dan lanjutkan dengan meningkatkan inovasimu yang lain."

Steve Jobs

CEO of Apple

"Jangan berhenti. Jangan pernah menyerah untuk mencoba membangun dunia yang Anda lihat, meskipun orang lain tidak dapat melihatnya"

Simon Sinek

Author

Buku Sejagat
(+62)856 0489 5674
Indonesia

SEND ME A MESSAGE