Hello,Welcome to:

Buku Sejagat

Bantu Hadapi Permasalahanmu Temukan Potensi dirimu Mendorongmu Berani Berinovasi

Globalisasi : pergeseran pekerja - Adrine Baskara

 


Globalisasi adalah sebuah peristilahan atau konsep yang realtif baru. Setidak, tahun 60-70an umat manusia belum mengenal istilah tersebut seperti yang mereka kenal pada saat ini. Barangkali isu globalisasi dunia pertama kali menyembul begitu kuat ke permukaan hanya pertengahan kedua dekade 80-an.Globalisasi ternyata berdampak pada hampir setiap bidang kehidupan Globalisasi yang melanda dunia membawa dampak pada kehidupan fisik, sosial, kejiwaan maupun agama. 

    Globalisasi dunia yang biasa disebut-sebut belakangan ini adalah merupakan dampak langsung dari keberhasilan revolusi teknologi-komunikasi, setelah didahului oleh dua revolusi dalam kebudayaan manusia, yaitu revolusi pertanian dan revolusi industri. Tidak dapat disangkal lagi bahwa kita sekarang hidup dalam suatu kebudayaan industri (industrial- civilization). Artinya ketergantungan kepada industri akan semakin besar. Proses industrialisasi berarti suatu tranformasi dari masyarakat yang secara ekonomi bercirikan dominan agraris ke arah manufacturing. Industrialisasi adalah suatu proses yang terbukti dalam sejarah, telah menimbulkan peru- bahan-perubahan mendasar dalam suatu masyarakat dan membawa berbagai bangsa kepada kemajuan (progress), tidak saja kemajuan material, tetapi juga kebudayaan dan spiritual.

    Dalam masyarakat urban berindustri tinggi, dunia bukanlah apa-apa kecuali fakta dan abstraksi kuatitatif matematis yang diakui eksistensinya oleh sains yang mekanistik dan reduksionis. Revolusi industri untuk pertama kalinya terjadi di Inggris pada tahun 1780-an dalam industri tekstil, batu bara, dan industri besi yang semata-mata bergantung pada karya tangan, dan hasilnya adalah Inggris menjadi nomor satu dalam bidang industri-industri tersebut.

    Revolusi indsutri abad ke 18 dan permulaan abad ke-19. Pada abad 19 tenaga listrik baru mendapat perhatian para ahli yang hanya bersifat teori. Barulah pada tahun 1831 Michael Faraday mengetahui bahwa tenaga listrik dapat digunakan. Tenaga listrik diubungkan dengan penerangan dan penggerak mesin dihubungan dengan nama Edison di Amerika dan Merner Siemens di Jerman. 

    Salah satu ciri revolusi industri adalah ditemukannya sistem pembagian kerja yang luas untuk memproduksi suatu barang. Adam Smith mencontohkannya dengan pembuatan sebuah jarum atau peniti. Bertolak dari bahanbaku berupa kawat, beberapa orang melakukan pembagian kerja, sejak menarik kawat dari gulungan, meluruskan atau membeko- kannya, memutus, menusukkan ke dalam lubang, melem- pengkannya untuk dibelah menjadi pottongan-potongan kecil dan seterusnya hingga selesai. Ada sekitar 18 pekerjaan khusus. Dengan pembagian kerja itu, setiap orang bisa mencurahkan keterampilannya pada suatu pekerjaan saja, menghemat waktu, menyederhanakan pekerjaan, sehingga bisa ditemukan mesin yang bias dipakai sebagai alat yang mampu mempersingkat pekerjaan. Dengan alat dan mesin itu, maka seseorang bisa mengerjakan pekerjaan yang tadinya dikerja- kan banyak orang." 

    Para ekonom berpendapat bahwa kaum pekerja, setelah mengalami perkembangan terus-menerus dari sektor pertanian ke sektor industri dengan teknologinya yang maju (dinamakan sektor primer dan sekunder), akan selanjutnya berkembang ke sektor ketiga (tertier) berupa pelayanan-pelayanan (service) yang bersifat pribadi. Sebagai contoh, otomatisasi (automation) akan memerlukan hanya sedikit pekerja dan teknisi, tetapi permintaan akan perias rambut, pencuci pakaian dan pelicinannya, pelukis, tukang reperasi, dokter gigi, dokter umum, guru pegawai-pegawai bank, asuransi dan sebagainya akan bertambah.

Terimakasih telah mengunjungi web kami, bila tertarik untuk memiliki buku yang kamu inginkan kamu bisa hubungi ke Contact person atau chat sosial media kami.

0 Comments:

Posting Komentar

Buku Sejagat
(+62)856 0489 5674
Indonesia

SEND ME A MESSAGE