kanvas dan pekerja rendahan - Sebastian Yugi
Apa
yang dibutuhkan di dunia nyata namun
tidak diajarkan di sekolah.
Dalam
Ilmu pengetahuan Roma, ada suatu pekerjaan yang diangap rendah namun banyak
orang yang mengunakan jasanya biasanya yang mengunakan jasa pekerjaan itu berasal
dari kalangan atas seperti bangsawan, kesatria,pemikir, politisi,penulis
dll. Nama pekerjaan itu adalah Ateambulo secara harafiah artinya “Orang yang
membersihkan Jalan” . Untuk tugas dari Ateambulo mirip seperti makna
harafiahnya yaitu memastikan Tuan mereka selalu dalam keadaan senang, jadi sambil Tuan jalan-jalan Ateambulo menjelaskan
apa yang ada di depan tuanya(mirip Guide) selagi di depan tuannya ada sampah
yang berserakan, merekalah yang membereskan bahkan sampai tuannya tidak tau
kalo ternyata daerah yang mereka kunjungi sebenarnya banyak sampah yang
berserakan, jika tuannya lapar tugasnya mencarikan makanan untuk Tuannya, dan
bahkan dalam setiap langkah tuannya, Ateambulo harus selalu memuji tuannya atas
semua tindakannya. Tapi pada jaman sekarang
pekerjaan Ateambulo sudah tidak ada karena dinilai merendahkan derajat
manusia.
Seberapa
sering kamu di sekolah diajarkan untuk menjadi yang terbaik? Apa kamu pernah
bekerja untuk dapat pengakuan? Siapa sih teman yang ingin kamu kalahkan di sekolah
mungkin dari prestasinya? Bagaimana
rasanya ketika kamu berada pada posisi terbawah saat ulangan kelasmu?
Kita
semua pasti pernah merasakan belajar di sekolah. Pasti dari pertanyaan di atas ada beberapa
pertanyaan yang bisa kamu jawab sendiri. Tenang aja ini bukan ulangan kok
dimana kamu harus mendapat nilai 100 untuk jadi pribadi yang sempurna. Sekolah
mengajarkan kita untuk meraih lebih dan menjadi si nomor satu dimanapun, dan
bahkan kita diajari cara dan triknya juga. Seperti yang kita tau di dunia yang
kita tingali, orang ga peduli seberapa cerdas kamu dengan bisa menjawab soal
ulangan, dan orang lebih menilai kita dengan tindakan kita.ketika kamu bisa
menyesuaikan dirimu dengan lingkunganmu kamu akan di angap sebagai orang
cerdas, ketika kamu punya inisiatif menyapu kamu akan diangap orang rajin,
ketika kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu tepat waktu kamu dinilai cekatan.
Dari penilaian itu ada ide sederhana tentang menjadi baik di mata orang lain
yaitu dengan memberikan apa yang merupakan kebutuhannya bahkan kalau bisa tanpa
orang itu minta,jadi tau tau semua sudah tersedia untuk orang itu. Disisi lain
kita pasti pernah mengira bisa menciptakan karya terbaik kita agar orang lain
tau kalau kita orang cerdas. Padahal agar orang lain mengakui kamu cerdas kamu
harus memenuhi kebutuhan mereka dulu mungkin salah satunya dengan menyelesaikan
masalah mereka yang paling sederhana. Jika kita membuat karya terbaik hanya berdasarkan keinginan kita tanpa peduli
apa yangorang lain rasakan, Ego akan ikut bermain dalamproses pengerjaan
karyamu. Belajarlah untuk menjadi seperti pekerja Ateambulo , berhenti
memikirkan keinginanmu dan mulailah pahami kebutuhan orang lain. Mungkin kamu
bertanya “Iya, tapi Ateambulo adalah pekerjaan rendahan apakah dengan melakukan
seperti ateambulo saya akan menjadi orang rendahan?” tapi faktanya apa yang kamu pikirkan tentang
diri kamu belum tentu orang lain memikirkan hal yang sama. Apa yang kamu
kerjakan mungkin kamu rasa hal rendah tapi bisa jadi hal itulah yang
menjadikanmu pribadi yang penting di mata orang lain. Secara sederhana angaplah
diri kamu sebagai kanvas (tempat untuk melukis) kanvas pada dasarnya hanya
memiliki satu warna dasar saja (umumnya warna putih) dia tidak punya
keindhaanya sendiri, bahkan tanpa percampuran warna lukisan,kanvas tidak
bernilai jual tinggi, bahkan lukisan bagus yang di lukis di kanvas yang buruk,
nilai jualnya akan tetap tinggi. Tapi Ingat pelukis tidak bisa menciptakan
lukisan tanpa kanvas meskipun dia tidak memiliki harga jual tinggi tapi kanvas selalu
dibutuhkan untuk melukis. Sama seperti kamu meskipun kamu merasa karya kamu,
pekerjaankamu,tindakan kamu bukan sesuatu yang jenius asalkan kamu melakukannya
untuk orang lain kamu memiliki nilai diatas rata rata bagi orang lain.
Mungkin
dalam dunia kerja kamu sering mendengarkan ungkapan “Turuti Atasanmu!” kalau
kamu normal pasti kamu akan merasa itu bukan hal yang ingin kamu dengar apalagi
kalau kamu lulusan Universitas ternama,
punya banyak bisnis. Coba ubah sudut pandangmu, sebenarnya maksud dari kalimat
diatas bukan membuat orang lain terlihat baik, tapi membantu orang lain menjadi
lebih baik. Dengan memberi orang tidak akan mengangap kamu menjadi kekurangan,
malah mereka akan mengangap kamu berkecukupan

0 Comments:
Posting Komentar