Hello,Welcome to:

Buku Sejagat

Bantu Hadapi Permasalahanmu Temukan Potensi dirimu Mendorongmu Berani Berinovasi

About Us

Hello

W'e areBuku Sejagat

Atas semua yang kami lakukan kami percaya bahwa setiap orang memiliki potensi diri yang dapat digali dimana jika potensi itu dipelajari lebih dalam maka akan menjadi suatu bakat. setiap orang memiliki bakat yang berbeda jika bakat itu ditemukan dan terus diperdalam maka akan menjadi sesuatu yang berguna kedepannya.Salah satu cara untuk memperdalam bakat tersebut adalah dengan berani mengambil resiko dalam menghadapi suatu permasalahan yang terjadi. Kami berkeinginan mendorong setiap orang untuk memperdalam bakat mereka dengan memberikan informasi yang akan membantu mereka untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi berupa buku

QnA

Apakah definisi komunitas bukusejagat?

Kami adalah komunitas diskusi yang membahas dunia literasi dan menjadikan buku sebagai sumber kami.

Bagaimana kalau saya belum tertarik membaca buku apakah boleh bergabung?

boleh, dan kami berharap dengan kehadiran kami kamu dapat mulai memiliki ketertarikan membaca buku dan kita bisa berdiskusi bersama.

Apakah buku sejagat komunitas online atau offline?

buku sejagat adalah komunitas diskusi, kami memberikan wadah untuk bertatap muka bagi yang berada di domisili kediri, apabila berada di domisili luar kediri kami juga menyediakan forum diskusi Online.

Apa yang buku sejagat ingin ubah dari anak muda

Kami Ingin ikut serta dalam mengembangkan pola pikir dan kebiasaan sehat dengan memberikan dorongan serta Inspirasi dengan meningkatkan tingkat literasi di indonesia yang akan berguna untuk membantu generasi muda melangkah mencapai tujuan.

Benefit

Media mudah diakses

Agar dapat terhubung dengan kami, kami memiliki beberapa sosial media seperti Instagram, Tiktok dan web.

Pertemanan yang sehat

Kami menciptakan lingkungan dimana setiap ide dan gagasan dapat dibagikan.

Publikasi Karya

Kami menyediakan platform untuk mempublish karyamu agar dapat dikenal orang lain.

Event Diskusi

Untuk melatih kemampuanmu kami memiliki event yang dapat memberikanmu inspirasi baru.

Reverensi Buku

Kamu dapat bertukar buku sesama member dan membagika pengetahuan yang kamu dapat dari buku yang telah kamu baca.

Kenalan Baru

Jika kamu ingin memiliki teman baru yang senang membaca buku, kamu bisa menjadikan Buku Sejagat sebagai pilihanmu.

2172

FOLLOWER

173

CONTENT

51

Member

37

Event

Our News

Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan

Globalisasi : pergeseran pekerja - Adrine Baskara

 


Globalisasi adalah sebuah peristilahan atau konsep yang realtif baru. Setidak, tahun 60-70an umat manusia belum mengenal istilah tersebut seperti yang mereka kenal pada saat ini. Barangkali isu globalisasi dunia pertama kali menyembul begitu kuat ke permukaan hanya pertengahan kedua dekade 80-an.Globalisasi ternyata berdampak pada hampir setiap bidang kehidupan Globalisasi yang melanda dunia membawa dampak pada kehidupan fisik, sosial, kejiwaan maupun agama. 

    Globalisasi dunia yang biasa disebut-sebut belakangan ini adalah merupakan dampak langsung dari keberhasilan revolusi teknologi-komunikasi, setelah didahului oleh dua revolusi dalam kebudayaan manusia, yaitu revolusi pertanian dan revolusi industri. Tidak dapat disangkal lagi bahwa kita sekarang hidup dalam suatu kebudayaan industri (industrial- civilization). Artinya ketergantungan kepada industri akan semakin besar. Proses industrialisasi berarti suatu tranformasi dari masyarakat yang secara ekonomi bercirikan dominan agraris ke arah manufacturing. Industrialisasi adalah suatu proses yang terbukti dalam sejarah, telah menimbulkan peru- bahan-perubahan mendasar dalam suatu masyarakat dan membawa berbagai bangsa kepada kemajuan (progress), tidak saja kemajuan material, tetapi juga kebudayaan dan spiritual.

    Dalam masyarakat urban berindustri tinggi, dunia bukanlah apa-apa kecuali fakta dan abstraksi kuatitatif matematis yang diakui eksistensinya oleh sains yang mekanistik dan reduksionis. Revolusi industri untuk pertama kalinya terjadi di Inggris pada tahun 1780-an dalam industri tekstil, batu bara, dan industri besi yang semata-mata bergantung pada karya tangan, dan hasilnya adalah Inggris menjadi nomor satu dalam bidang industri-industri tersebut.

    Revolusi indsutri abad ke 18 dan permulaan abad ke-19. Pada abad 19 tenaga listrik baru mendapat perhatian para ahli yang hanya bersifat teori. Barulah pada tahun 1831 Michael Faraday mengetahui bahwa tenaga listrik dapat digunakan. Tenaga listrik diubungkan dengan penerangan dan penggerak mesin dihubungan dengan nama Edison di Amerika dan Merner Siemens di Jerman. 

    Salah satu ciri revolusi industri adalah ditemukannya sistem pembagian kerja yang luas untuk memproduksi suatu barang. Adam Smith mencontohkannya dengan pembuatan sebuah jarum atau peniti. Bertolak dari bahanbaku berupa kawat, beberapa orang melakukan pembagian kerja, sejak menarik kawat dari gulungan, meluruskan atau membeko- kannya, memutus, menusukkan ke dalam lubang, melem- pengkannya untuk dibelah menjadi pottongan-potongan kecil dan seterusnya hingga selesai. Ada sekitar 18 pekerjaan khusus. Dengan pembagian kerja itu, setiap orang bisa mencurahkan keterampilannya pada suatu pekerjaan saja, menghemat waktu, menyederhanakan pekerjaan, sehingga bisa ditemukan mesin yang bias dipakai sebagai alat yang mampu mempersingkat pekerjaan. Dengan alat dan mesin itu, maka seseorang bisa mengerjakan pekerjaan yang tadinya dikerja- kan banyak orang." 

    Para ekonom berpendapat bahwa kaum pekerja, setelah mengalami perkembangan terus-menerus dari sektor pertanian ke sektor industri dengan teknologinya yang maju (dinamakan sektor primer dan sekunder), akan selanjutnya berkembang ke sektor ketiga (tertier) berupa pelayanan-pelayanan (service) yang bersifat pribadi. Sebagai contoh, otomatisasi (automation) akan memerlukan hanya sedikit pekerja dan teknisi, tetapi permintaan akan perias rambut, pencuci pakaian dan pelicinannya, pelukis, tukang reperasi, dokter gigi, dokter umum, guru pegawai-pegawai bank, asuransi dan sebagainya akan bertambah.

Paradok mobil mewah - Sebastian Yugi

     


Untuk semua alasan kepemilikan yang membuat kamu merasa kamu lebih tampan, kamu lebih kaya, kamu lebih terkenal. Sebenarnya tanpa sadar kamu sedang di tipu, dan tipuan itu membuat orang lain memakai produk yang ingin kamu pakai. Dan tanpa sadar kamu malah ikut mempromosikannya dan malah bangga menjadi bagian dari apa yang kamu pakai.

“Kamu adalah apa yang kamu pakai”

    Kata kata diatas bisa dikatakan sangat tepat, setiap baju yang kamu pakai menggambarkan kepribadianmu, setiap  handphone yang kamu beli mengambarkan kepribadianmu, bahkan setiap aplikasi yang kamu install bisa menunjukan kepribadianmu. Dengan kata lain ketika kamu memakai sesuatu yang sesuai dengan dirimu kamu tidak perlu lagi menjelaskan siapa dirimu. Bahkan apayang kamu pakai bisa membuat orang lain mengagumi kamu walaupun mereka belum mengenalmu secara pribadi, contohnya kamu pergi ke acara pernikahan dengan memakai kemeja Versace dipasangkan dengan sepatu Air Jordan dan dengan membawa  HP Iphone terbaru. Orang pasti akan mulai tertarik dengan kamu dan tidak membutuhkan waktu lama mereka akan mencari tau semua hal tentang kamu, mulai dari siapa kau, siapa orang tuamu, tinggalmu dimana, kamu suka tipe pasangan seperti apa dll. Itu semua bisa kamu dapat dengan cara memakai pakaian yang ingin kamu pakai, tentu saja untuk menunjukan kamu adalah orang berkelas kamu harus mengunakan sesuatu yang berkelas dan biasanya sesuatu yang berkelas butuh uang yang cukup banyak untuk mendapatkannya. Tapi tenang saja apayang akan kamu dapatkan sebanding kok.

    Beberapa hari lalu saya melewati sebuah bank di kota saya tinggal, di depan bank itu ada sebuah mobil mewah yang sedang terparkir, saya suka bentuknya dan saya tau yang punya mobil itu pasti adalah orang berkelas, kalau bukan pejabat kelas atau pasti pengusaha yang punya, pikir saya. Saya membayangkan apa yang biasanya pemiliknya lakukan dengan mobil itu, pasti dia punya banyak relasi karena biasanya mobil mobil seperti itu ada komunitasnya sendiri, pasti pemilik mobil mewah itu memakai jam rolex dan membawa Iphone, pasti orang yang memakai mobil itu disukai teman-temannya. Dan saya membayangkan bagaimana jika saya memiliki mobil itu, apa yang sebelumnya saya pikirkan tentang pemilik mobil itu sekarang menjadi milik saya, saya punya relasi, jabatan, karir dll. Wah saya pasti akan dipandang orang berkelas oleh orang lain, dan saya berjanji suatu hari nanti saya akan membeli mobil itu. Aminnnn.

Bagaimana apakah kamu pernah mengalami pengalaman seperti yang saya rasakan, entah apapun yang kamu lihat dan bayangkan? Pada saat itu jujur saya tidak mengenal pemilik mobil mewah itu tapi pada saat saya melihatnya saya memikirkan figure orang besar dan bagaimana jika orang besar itu adalah saya. Lalu bagaimana dengan kamu yang memiliki barang super mewah dan mengiurkan, apakah orang lain ada yang bertanya, apa yang kamu lakukan sehinga bisa sampai sekarang?  apa pencapaianterbesarmu? Bagaimana kamuhidup? Sebenarnya mereka membayangkan diri mereka adalah kamu ketika kamu memakai barang yang mereka inginkan, itu lah yang membuat banyak bintang iklan dan bintang film adalah orang orang yang berpenampilan menarik.

    Semakin menarik suatu barang kamu akan semakin mudah untuk memasarkan, karena setiap orang yang memakai barang tersebut mengundang orang lain untuk menginginkannya, dan orang yang menginginkannya membelinya, dan ketika membeli orang lain jadiingin punya dan sirklus itu terus berlanjut. Mengunakan barang mewah memberimu kesan berkelas. 

Hubungan Repetisi Dan Reputasi - Sebastian Yugi

 


"Tidak ada keungulan Yang ada hanya pengulangan"- Socrates

Pernah ga sih kamu mendengar orang yang bisa melakukan apa yang tidak orang lain bisa lakukan dan mereka langsung menyebut kemampuannya sebagai "Bakat Sejak Lahir"?

Misalnya Lionel Messi yang baru baru ini diperbincangkan karena dia berhasil membawa  tim Argentina menjadi juara dalam lomba Fifa World Cup.  ketika argentina menjadi juara orang orang langsung menyebut Messi sebagai The Goat. Ketika Messi kembali ke teamnya di Paris Saint German(PSG) dia di sambut dengan meriah oleh rekan se teamnya dan mereka mengucapkan selamat atas keberhasilannya. Dengan kecakapan Messi bermain bola di lapangan banyak orang menganggap bahwa Messi sudah di takdirkan menjadi juara dan pastinya hal itu diangap sebagai bakat sejak lahir mengingat messi sudah bermain sepakbola sejak kecil.

Tapi apakah kaku tau apa yang messi lakukan sehingga bisa menjadi seperti sekarang? Setiap hari messi melakukan latihan untuk mengasah skillnya bahkan tak jarang juga saat latihan messi melakukan eksperimen dengan bola di kakinya, dan dia secara terus menerus meningkatkan kelincahannya dengan melakukan latihan sprint, untuk mempertahankan kebugaran tubuhnya Messi memilih makanan yang proporsional. Dan berkat kerjakerasnya saat ini messi sudah menjadi seorang pemain bola Professional yang namanya sudah di kenal oleh banyak orang.

Bagian mana yang mengatakan messi sudah memiliki bakat sejak lahir?

Kita sering terkecoh dengan apa yang sedang kita lihat dan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Misaknya ketika melihat pertandingan catur, dari kejauhan akan terlihat kedua pemain catur hanya mengangkat dan memindahkan bidak dengan tenang, tapi ketika kamu melihat dari jarak dekat kamu akan melihat sesuatu yang jauh berbeda : Intimidasi, membaca pergerakan, keringat yang menetes, rasa ragu, perasaan marah,ketegangan dll. Namun agar pemain catur terkesan seperti dewa mereka selalu menyembunyikan kerja keras mereka dan mereka membalut dengan sesuatu yang terlihat seperti bakat. Yah memang sepertinya itulah yang membuat orang awam terkecoh.

Kebetulan dan keajaiban adalah suatu hal yang sangat jarang terjadi, mungkin bila terjadi hanya terjadi sekali dalam jangka waktu yang lumayan lama. Namun apabila sesuatu yang diangap "kebetulan" terjadi berulang kali berarti itu adalah hasil dari latihan dan kerja keras. Contohnya, Apa yang kamu pikirkan saat mendengar nama "Michael Jordan"? sepatu?pemain basket? Orang amerika? Legenda?basket?slamdunk?. Yup nama Michael Jordan memang erat kaitannya dengan beberapa hal yang disebutkan tadi, mungkin kamu mau menambahkan? 

Namun yang paling tidak bisa dilupakan dari Jordan adalah Slamdunknya, untuk melakukan slamdunk dibutuhkan latihan terus menerus, kerja keras, dan postur tubuh yang mumpuni, Jordan selalu mampu melakukannya dan menjadikannya sebagai gayanya, bahkan ketika michael jordan bekerka sama dengan nike dan membuat anak brand mereka yang diberi nama Air Jordan, logo Slamdunk khas Jordan dijadikan logo untuk brand tersebut, mungkin untuk sebagian orang logonya terlihat aneh namun hal itu malah menjadikan logonya begitu Iconic, kalau melihat pemain melakukan slamdunk pasti kita langsung kepikiran Michael jordan dan Air Jordan. 

Di masyarakat luas diangap orang yang sudah memiliki gayanya sendiri diangap sebagai orang yang kompeten dibidangnya, bagaimana tidak untuk menciptakan suatu gaya dan mempertahannkan agar bisa menjadi icon untuk dirinya dibutuhkan latihan dan kerja keras secara terus menerus, dan Malcom Gladwell menyebutnya dengan teori 10.000 jam ( untuk menjadi ahli butuh jam terbang sebanyak 10.000 jam) kalau orang hanya coba coba atau iseng saya ragu dia bisa mencapai 10.000 jam. Pasti orangnya fokus dan sudah siap mencurahkan waktu dan tenaganya ke satu bidang yang dia tekuni.

Dan bagi orang orang besar yang mau berinvestasi ke orang tersebut, mereka tidak akan ragu karena mereka sudah tau kalau dia berhadapan dengan orang yang bisa di percaya dan memiliki nama besar di bidangnya, makanya tidak heran jika ada kerjasama antara suatu brand besar dengan tokoh besar seperti nike dengan Michael jordan, Mc.Donalds dengan BTS, Under Armor dengan The rock, Kenmore dengan Amazon. Semua itu terjadi bukan karena kebetulan dan pastinya semua adalah hasil dari kerja keras yang terjadi, dan tentunya hal itu bisa terjadi bukan hanya karena bakat.

Tentu saja repetisi sangat erat kaitanya dengan reputasi. Tanpa melakukan repetisi dan menjadi orang yang kompeten kita tidak bisa menjadi seorang yang mampu dipandang orang lain sebagai peluang besar. That's because Repetition Create Reputation.

Terlupakannya Pendidikan Nilai Dalam Pendidikan Umum -Hannalexaus



Secara filosofi, pendidikan itu tidak sekedar untuk mendapatkan pekerjaan (careersm) tetapi untuk menegakkan humanisme demi terbentuknya insan kamil atau manusia seutuhnya. Sayangnya dunia pendidikan melupakan tujuan utamanya yaitu, mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara SILMUTAN & SEIMBANG sehingga jika dunia pendidikan tidak adanya balance antara pengetahuan dan pengembangan sikap/nilai akan terjadinya reaksi penyimpangan seperti korupsi, kolusi, nepotisme, dan perbuatan yang merugikan bangsa. Banyak generasi-generasi atau individu yang memiliki kebanggan yang luar biasa terhadap kekhususan ilmunya namun efek dari kebanggan yang berlebihan ini membuat mereka seperti kuda yang ditutup matanya. Yakni individu-individu yang yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan egois, merasa hebat sendiri, tidak peduli akan dunia sekitar. dan asosial. 

Contoh saja jika kalian melihat teman-teman atau individu lain yang pintar di kelas, selalu juara, dan banyak prestasi lainnya namun dalam berperilaku dia sangat egois, tidak memiliki empati, suka membully, merasa dirinya lebih tinggi, merendahkan orang lain dan akhlak nya jauh sekali dari ilmu yang di dapatkan nya. Perlu kita ingat tujuan sistem pendidikan di Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Semua yang kita lalui sejak kita di bangku SD, SMP, SMA/K, dan Perguruan tinggi mempunyai satu tujuan yang sama yaitu menjadikan manusia yang seutuhnya. Apakah kalian sudah menjadi manusia yang utuh selama proses pendidikan yang kalian jalani? 


Fakta di lapangannya dunia pendidikan benar-benar meremehkan nilai-nilai kemanusiaan, memgapa saya berani berkata demikian? karena banyak sekali perilaku-perilaku yang menyimpang  selama pembelajaran. Contohnya seorang siswa/mahasiswa yang berperilaku curang untuk mendapatkan nilai yang bagus, mereka rela menghalalkan segala cara tanpa memikirkan nya dua kali dan berfikiran sempit bahkan ada juga yang harus menginjak kepala orang lain agar dapat berdiri tegap diatasnya. Inilah sisi gelap dunia pendidikan, ada beberapa guru yang selalu berkata “Kalian tidak boleh mencontek dan kalian harus jujur saat menjawab soal” faktanya ketika seorang siswa yang tidak jujur dalam mengerjakan soal dan mendapatkan nilai A lebih di hargai dibandingkan siswa yang jujur dalam mengerjakan soal namun nilai yang si peroleh B akhirnya siswa yang mendapatkan B yang tidak mendapatkan apresiasi akan berfikir bahwa kejujuran itu tidak penting yang penting hasil yang di peroleh. Sungguh sangat di sayangkan jika semua siswa dan mahasiswa berfikiran seperti ini, kita selalu lupa untuk menghargai prosesnya bukan hasilnya karena hasil sudah pasti di tentukan oleh proses. Banyak lagi contoh-contoh lainnya seperti bullying yang di anggap sebuah candaan oleh gurunya, pilih kasih terhadap pemberian nilai, bersain dengan tidak sehat, dll.


Padahal pendidikan umum didalamnya terdapat pendidikan nilai juga yang dimana pendidikan nilai adalah gagasan atau konsep yang penting dalam hidup dan dipandang sebagai pedoman hidup. Nilai juga memberikan makna terhadap sesuatu dalam kehidupannnya, seperti pemaknaan atas segala sesuatu yang dianggap baik atau tidak baik, berguna atau tidak berguna, penting atau tidak penting, dan benar atau tidak benar. Apa yang telah di kemukakan oleh Frondizi (hal.12; 2001) bahwa nilai memiliki polaritas dan hirearki. Polaritas berarti menampilkan diri dalam 2 aspek, yaitu positif dan negatif dan hirearki secara tingkatan yaitu nilai yang tertinggi (utama) sampai yang terendah (tidak diutamakan) dalam hidup seseorang. Melalui pendidikan nilai seseorang diajak untuk menentukan nilai tertinggi yang menjadi pegangan dirinya. Pada pandangan Prof. Notonegoro terdapat tiga nilai yaitu nilai material, nilai vital, dan yang terakhir nilai kerohanian. Nilai vital adalah untuk hal yang berguna bagi manusia dalam aktivitasnya, Nilai material, segala sesuatu yang berguna bagi jasmani atau kebutuhan ragawi, dan nilai kerohanian meliputi nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia, nilai keindahan dan nilai estetis bersumber pada unsur manusia, Nilai kebaikan dan nilai moral bersumber pada unsur kehendak (karsa) manusia, dan nilai religius (agama) yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak pada kepercayaan atau keyakinan manusia.


Apakah kalian sudah paham tujuan pendidikan seharusnya bagaimana atau kaget ternyata memang banyak penyimpangan yang selama ini kalian lihat dalam proses menjadi manusia yang terdidik. Pendidikan itu adalah hal yang penting sangat penting bahkan lebih penting dari segalanya, namun jika instasi pendidikan tidak mengupayakan bahkan tidak berhasilnya dalam mencapai tujuannya maka kita dan generasi lainnya akan menjadi produk yang memiliki standar bagus tapi tidak yang terbaik. Ilmu pengetahuan dan pengembangan sikap/nilai harus selaras tidak berat sebelah karena sesuatu yang berlebihan tidak baik, satu hal lagi yang harus di ingat ilmu pengetahuan yang kalian dapatkan adalah pemberian yang terindah dari Tuhan  bahkan mahal harganya tapi jika tidak digunakan dengan bijak maka bisa mendatangkan petaka. Seperti kekayaan ditangan yang salah akan mendatangkan kemiskinan tapi kekayaan akan menghasilkan keberkahan ditangan yang bijak. 


Akal Budi, jangan pakai akalnya aja tapi budinya juga dipakai.

Jenius Itu Mahal, Bagaimana Seharusnya Kita Mendefinisikan Jenius - Yoga Agung D.

 


Banyak orang ingin menjadi jenius. Tapi, sebelum berusaha menjadi seorang jenius, baiknya paham terlebih dahulu, apa itu jenius?

ARTI JENIUS DI MASA YUNANI KUNO TERNYATA BEDA DENGAN JENIUS DI MASA KINI

Jenius adalah kata yang mungkin saat ini sulit didefinisikan. Lain dengan zaman dahulu, kata jenius adalah kata yang sudah jelas maknanya. Dahulu, orang-orang pada zaman Yunani kuno mengartikan jenius sebagai makhluk yang mampu melakukan hal-hal di luar nalar. Jenius dalam bahasa inggris adalah genius, yang mana kata ini berasal dari kata genie. Ya, genie. Arti dari genie adalah jin. Jadi, menjadi jenius pada zaman tersebut sama halnya menjadi jin.

Sedikit maju ke abad pertengahan, pengertian jenius telah mengalami pergeseran. Meskipun masih mengenai sesosok yang mampu melakukan hal-hal di luar nalar. Jenius di masa itu adalah seseorang yang mampu melakukan sihir atau bahkan mampu meramal masa depan. Merekalah para "orang pintar", yaitu penyihir ataupun  peramal.

Di zaman modern, nampaknya hal-hal di luar nalar telah dimaknai bukan semata hanya hal-hal ghaib. Orang pintar yang telah mengembangkan sains dan teknologi, berhasil menggeser paradigma kebanyakan manusia bahwa karya besar manusia biasa (bukan penyihir atau peramal) adalah sesuatu yang juga berada di luar nalar. Berbeda dengan abad pertengahan di mana orang pintar dimaknai sebagai penyihir atau peramal, pada zaman modern orang pintar ini dijuluki sebagai ilmuwan. Orang menganggap jenius itu adalah orang yang menggeluti sains, yang bekerja di dalam laboratorium dengan jas putihnya. Atau seorang lelaki berkepala botak dengan telapak tangan berwarna putih karena kapur yang dipakainya selama satu jam penuh menuliskan persamaan alam semesta di papan tulis.

INI YANG MEMBUAT MAHAL SEORANG JENIUS

Deskripsi jenius semacam itu menggiring abstraksi kita bahwa orang jenius adalah orang yang seperti Einstein. Tapi, apakah benar seperti itu yang kita pahami sebagai orang jenius? Bagaimana dengan Picasso? Beethoven? Mozart? Marthin L. King? Pahamilah, mereka juga jenius. Karena apa? Karena mereka adalah orang-orang yang tangguh di bidang mereka masing-masing. Sangat sulit meniru mereka.

Ada yang tangguh di bidang seni, ada yang tangguh di bidang sosial. Tapi, sekali lagi, Tapi. Apakah menjadi tangguh di suatu bidang sudah cukup untuk disebut sebagai jenius? Ternyata belum. Jika menjadi tangguh sudah cukup untuk menjadi jenius, maka terlalu murah kata jenius ini disematkan kepada orang tangguh tersebut. Banyak sekali orang yang telah kita ketahui berjiwa tangguh di bidangnya masing-masing dan banyak sekali media yang menyematkan kata jenius ke orang-orang itu; menjadikan jenius sebagai hal yang murah untuk dimiliki. Satu hal yang perlu masuk dalam hitungan adalah selain tangguh di bidangnya masing-masing, untuk menjadi jenius, karya orisinil atau insight yang diberikannya harus membawa dampak yang mengubah kehidupan masyarakat. Dan dampak tersebut tidak terbatas ruang dan waktu. Artinya, dampak yang dihasilkannya dapat dirasakan oleh umat manusia di berbagai sudut dunia dari zaman ke zaman.

Dalam satu kalimat, jenius adalah seseorang yang bekerja sangat tangguh di bidangnya sampai-sampai menghasilkan karya orisinil atau insight yang mengubah kehidupan masyarakat entah itu baik atau buruk yang melintasi ruang dan waktu.

Dengan ini, jika kita masih sering kesulitan membedakan mana orang jenius dan mana yang bukan, kembali saja dengan definisi tersebut. Kasus yang kerap terjadi adalah kita masih menganggap semua orang berbakat adalah orang yang jenius. Padahal, level orang berbakat ada di bawah level orang jenius. Kesimpulan elegan telah dibuat oleh filsuf Jerman, Arthur Schopenhauer, yang mengatakan bahwa "Eine talentierte Person trifft ein Ziel, das niemand sonst treffen kann, eine geniale Person trifft ein Ziel, das niemand sonst sehen kann."

(hahaha, ini dia artinya)

"Orang berbakat mampu menembak target di mana tidak ada seorangpun yang bisa menembak target tersebut, dan orang jenius mampu menembak target di mana tidak ada seorangpun yang bisa melihat target tersebut."

APA SAJA KEBIASAAN PARA JENIUS?

Setelah kita definisikan jenius dengan harga sangat tinggi (tidak disematkan secara murah pada orang-orang). Maka, selanjutnya kita bisa mulai belajar untuk menjadi jenius dengan mempelajari apa-apa yang menjadi kebiasaan para jenius. Dengan berusaha menjadi jenius, artinya kita berusaha menaikkan harga diri kita. Juga kita menjadi tahu bahwa apa yang kita kejar adalah sesuatu yang mahal. Saya sebagai penulis, juga masih dalam perjalanan untuk mencapai kejeniusan. Saya selalu menganggap perjalanan ini sebagai perjalanan tiada akhir. Saya mencoba fokus untuk berproses tanpa melihat apakah saya sudah sampai di garis finish atau belum.

Ada 14 poin yang menjadi kebiasaan para jenius. Semua poin ini didapat dari berbagai kisah hidup para jenius yang pernah ada. Di sini bukan berarti seorang jenius melakukan semua kebiasaan ini,  tetapi bisa jadi orang jenius pertama hanya memiliki tujuh kebiasaan ini, orang jenius kedua hanya memiliki delapan kebiasaan, dan seterusnya. Sehingga, jika dilihat secara keseluruhan, dapat diketahui ternyata ada 14 poin kebiasaan yang biasanya dimiliki orang-orang jenius.

Kebiasaan tersebut adalah: etos kerja, ketangguhan, keaslian, imajinasi kekanak-kanakan, rasa ingin tahu, gairah, ketidakmampuan menyesuaikan diri yang kreatif, pemberontakan, pemikiran lintas batas, tindakan kontra, persiapan, obsesi, relaksasi, dan konsentrasi.

MARI KITA MULAI, TAPI TUNGGU DULU

Bahasan dimulai dari etos kerja, yang mana pada bahasan ini akan mendiskusikan antara bakat dengan kerja keras dan antara IQ dengan MQ. Yang akan dibahas di artikel selanjutnya, semoga.

Servo Mechanism - Adrine Baskara

 SERVO MECHANISM



Pernahkah Anda ingin melakukan sesuatu tapi tidak pernah terjadi? Misalnya ingin sehat, tetapi di hadapan Anda selalu makanan enak, berkolesterol, dan berlemak.

Ingin menabung, tetapi selalu ada saja penyebab uang keluar dari kantong.

Artinya, ada yang salah dari servo Anda, yaitu suatu proses loop tertutup untuk mengoreksi proses secara terus-menerus agar tetap dapat menuju ‘target’ yang telah ditetapkan. 

Sebagai contoh, peluncuran peluru kendali menerapkan teknik servomechanism, yakni ketika target telah “dikunci” maka gerakan peluru yang mulai melenceng akan direvisi ulang sehingga kembali menuju arah semula. 

Proses revisi ini berlangsung terus-menerus, sampai akhirnya peluru kendali tepat mengenai sasaran yang telah ditetapkan. Apa hubungannya dengan perilaku manusia? Sangat berhubungan erat!

Dr. Maxwell dalam buah karyanya Psychocybernetics yang menyoroti peran besar dari self-image dalam kesuksesan seseorang, memperkenalkan penggunaan istilah “servomechanism” ini untuk menggambarkan gerakan kecenderungan manusia. Pada dasarnya dalam kehidupan ini, setiap orang bergerak dengan prinsip servomechanism alias terus-menerus melakukan koreksi hingga sesuatu yang digariskan terjadi.

Proses koreksi ini berlangsung dengan melibatkan seluruh kesadaran holistik manusia—baik alam sadar maupun bawah sadar, conscious and unconscious

. Jika seseorang sudah “digariskan untuk sial”, apa pun yang terjadi, cepat atau perlahan tapi pasti, proses servomechanism akan menuntun orang tersebut untuk menuju kondisi sial ini tanpa bisa ditolak sama sekali. 

Demikian juga jika seseorang sudah “digariskan untuk beruntung”, servomechanism ini dengan akan membawanya ke keadaan yang seharusnya, yaitu “beruntung”! 

Semua yang akan kita alami dalam hidup ini, telah “digariskan”. Suka atau tidak suka, servomechanism akan membawa kita ke sana dengan cara yang sangat cerdas, bahkan dengan cara yang sering kali tidak terduga. 

Jadi, kini menjadi lebih jelas! Jika suatu saat kita berkeinginan untuk mencapai sesuatu—yang biasanya adalah hal-hal yang indah dan menyenangkan—lalu ketika kita seakan-akan sudah semakin mendekati hal tersebut, tiba-tiba di bagian akhir semuanya berbelok 180 derajat. Jangan menyalahkan siapa pun karena servomechanism dalam diri kitalah yang bekerja.

Lho, kok bisa?

Artinya, hidup kita sudah digariskan. Dan, kita tidak akan dapat keluar dari garis ini. Apakah ini yang disebut dengan nasib, atau takdir, atau apapun istilah yang sejenis? 

Tentu saja tidak! Pembahasan ini tidak ada sangkut-pautnya dengan nasib dan takdir. Yang jelas, sudah ada ahli tersendiri untuk membahasnya. Pembahasan di sini justru akan menyadarkan kita bahwa kita adalah pembuat “garis” yang dimaksud, jadi tentu saja kita pula yang dapat mengubahnya!

Jika Anda percaya dan berminat, tulisan berikut akan bermanfaat dan mungkin dapat memberdayakan hidup Anda! Namun, jika Anda termasuk dalam kelompok skeptis yang lebih “nyaman” dengan belief bahwa manusia hanya dapat “menerima” sesuatu yang sudah tidak dapat diubah lagi, tentu tulisan ini sama sekali tidak akan bermanfaat bagi Anda. 

Bahkan, mungkin tulisan ini cenderung akan membuat Anda semakin tidak nyaman karena mungkin Anda akan menjadi lebih “berdaya”!

Ya, servomechanism akan menuntun seseorang untuk selalu mencapai sesuatu yang telah digariskan. Garisnya dibuat oleh sosok yang terdapat dalam diri setiap manusia, yang dikenal dengan nama self-image dan belief system. Kita tidak akan pernah dapat lari dari self-image dan belief system kita sendiri. Dalam konteks praktis sehari-hari, apa pun yang kita peroleh dalam kehidupan ini hanyalah ekspresi dari seluruh kemampuan kita yang telah mencapai tingkatan unconcious competence atau keahlian bawah sadar.

Sebagai contoh, jika kita pernah mengalami kegagalan dalam satu aspek kehidupan, misalnya bisnis. Maka, kegagalan-kegagalan berikutnya akan cenderung untuk memperkuat self-image dan belief system kita, bahwa kita adalah ahli dalam “kegagalan bisnis”.

yang melekat dalam diri kita, alias sudah mencapai tingkatan keahlian unconscious competence!

Sejak saat itulah gerak langkah kita akan dipandu oleh Automatic Guidance System yang akan bergerak dengan pola servomechanism. Proses koreksi akan berlangsung terus, sampai kita benar-benar mencapai “kegagalan” karena kita adalah ahlinya!

Apa pun dalam hidup ini, jika kita telah sedemikian mudah mencapainya, sesungguhnya kita telah menjadi “Sang Ahli” dalam hal tersebut—baik itu kegagalan maupun keberhasilan.

Apakah Anda pribadi yang selalu beruntung? 

Apakah Anda selalu didera sial tak berujung di sepanjang hidup Anda? 

Apakah Anda gampang memperoleh pinjaman uang? 

Apakah Anda selalu ditolak saat meminjam uang? 

Apakah Anda sangat mudah sakit?

Apakah Anda demikian sehatnya?

Apakah Anda demikian mudah mencari sahabat?

Apakah Anda sangat mudah mencari musuh?

Apakah Anda sulit mencari uang?

Apakah Anda selalu ditolak oleh lawan jenis Anda?

Apakah Anda seseorang yang sangat mudah untuk memperoleh pasangan?

Apa pun itu, ke mana pun arahnya, menunjukkan bahwa Anda telah menjadi ahlinya!

Unconcious competence!

Servomechanism Anda akan selalu berproses untuk menciptakan hal tersebut! 

Nasib manusia, baik atau buruk, tertulis citra diri dan belief system keyakinannya, bak blueprint yang selalu mengawali suatu perwujudan realita fisik.

Kini, semuanya menjadi terserah kita! Mau tepat pada Servomechanism positif atau negatif?

Keperawatan : perkembangan dalam kemajuan teknologi

 


PERAWATAN

 Ilmu pengetahuan menunjukkan dengan jelas bahwa orang- orang menjadi lebih cepat pulih ketika mereka dirawat dengan benar, dengan dukungan emosional oleh perawat. Hal ini terbukti nyata. Pasien yang bahagia menjadi lebih cepat sembuh. Perawatan secara tradisional masih membutuhkan perawat yang baik dan sabar. Hal ini membuat profesi perawat tetap mendapat tempat berharga di masyarakat. 

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak perawat justru berupaya untuk naik level dalam rantai nilai profesional. Mulai dari keinginan mendapatkan gelar, bahkan menjadi dokter yang dapat menangani beberapa kondisi dan masalah. Namun, hal ini justru membuat mereka kehilangan harga di mata masyarakat. Hal itu karena kemampuan para dokter kelak tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI) yang sudah mengungguli rata-rata dokter dalam hal diagnosis. Bahkan, robot sudah ikut membantu dalam operasi yang membutuhkan presisi tertinggi. 

Sikap perawat yang mengejar kenaikan derajat ini membuat pandangan media dan masyarakat menjadi memburuk terhadap perawat. Kita sekarang sering membaca berita tentang betapa tidak pedulinya perawat, betapa malasnya mereka, tidak kompeten, dan sebagainya. Mereka selalu membuat kesalahan. Akan tetapi, kita biasa mengabaikan kekurangan mereka jika mereka masih memiliki kepedulian pada pasien. 

Media saat ini sering menggunakan istilah seperti "terlalu mewah untuk peduli", atau "sepertinya kita tidak menyukainya lagi". Namun, orang yang sama masih melamar pekerjaan sebagai perawat, padahal pendidikan tidak pernah setara dengan kecerdasan, sehingga banyak kesalahan dasar masih terjadi. 

Ketika seorang perawat belajar mengenai pekerjaan kemampuan mentalnya tidak fokus pada persyaratan peker jaan yang sebenarnya, mereka ingin mendapat pendidikan kedokteran umum dan lebih akademis. Namun, hal ini kurang praktis karena pendidikan tersebut lebih cocok untuk dokter daripada perawat. Jika ini berlanjut di masa depan, profesi keperawatan akan terus tergelincir. 

Perawatan medis mengharuskan kita memahami ilmu dasar keperawatan, selain dapat menggunakan peralatan dan meracik obat-obatan sesuai resep. Akan tetapi, karena ia juga tahu cara menggunakan peralatan kedokteran secara benar dan dapat melakukannya dalam praktik, hal itu justru menjadi kesalahan yang berbahaya.

 Kita sudah memiliki ilmuwan spesialis, apoteker, kon- sultan, pendaftar, dan dokter junior. Yang juga kita butuhkan perawat yang mampu memastikan bahwa kebutuhan pasien dapat terpenuhi sepenuhnya, baik secara fisik maupun emosional. 

Merawat pasien dengan baik akan membantu memperce pat kesembuhan mereka. Jadi, kita perlu memulihkan fungsi keperawatan tradisional karena ini adalah bagian yang penting dan efektif dari sebuah proses perawatan. Jika sepertinya tren saat ini-perawat menjadi terlalu mewah untuk merawat dengan sabar, kita perlu menemukan kembali pekerja baru yang mengisi peran itu. Misal, asisten deputi dokter junior yang dibayar rendah akan sulit untuk bersaing dengan peran teknologi seperti PC dan robot murah. Jadi, mari kita berharap bahwa pengasuh sejati dapat lagi mengambil alih kepe- rawatan. Kita membutuhkannya dan R2D2 dapat melakukan hal lain dengan lebih murah dan lebih baik.

Kaitan kuat antara rasionalism dengan empiris untuk perkembangan ilmu pengetahuan - Adrine Baskara

 


Sebagai suatu doktrin empirisme adalah lawan dari rasionalisme yang digagas oleh Descartes. Namun bukan berarti bahwa doktrin rasionalisme dikesampingkan, melain kan rasionalisme dipergunakan dalam rangka empirisme atau dapat dikatakan rasionalisme dilihat dalam rangka empi risme.22 Empirisme tidak serta merta menolak aliran rasio nalisme, tetapi digunakan untuk menganalisis pengalaman. Istilahnya pengalaman yang didapatkan manusia sebagai sumber pengetahuan tersebut di telaah melalui rasio.

 

                Bagi Kant memilih salah satu aliran pemikiran baik rasionalisme maupun empirisme merupakan kekeliruan dan tidak realistis. Satu-satunya metafisika yang dapat dipahami yang dapat menyajikan dirinya pada seorang makhluk berakal budi, seharusnya bersifat empiris dan rasionalis sekaligus. Kant mengembangkan suatu filsafat kritisisme. Ia mencoba memberikan solusi dalam percaturan paham rasionalisme dan empirisme. Kant adalah filosof Barat yang terkenal. Ia mencoba memasuki wilayah etika. Dalam analisisnya ada dua perintah yaitu yang bersyarat imperative Hipotetis) dan tidak bersyarat (imperative kategoris). Dengan sintesisnya Kant telah membawa suatu zaman baru, ibarat burung, rasionalisme dana empirisme dua buah sayap, burung dapat terbang dengan dua sayapnya. Kant ingin "terbang" dengan sayap rasionalisme dan empirisme.

The Infinite Game


The Infinite Game adalah buku yang ditulis oleh Simon Sinek. The Infinite Game akan memberikan kita gambaran baru tentang bagaimana menetapkan pola pikir untuk tujuan jangka panjang dan pola pikir jangka pendek.

Setiap perjuangan dan pekerjaan kita, masing masing memiliki dampak masing masing baik itu hal kecil yang berdampak besar, hal besar yang berdampak kecil hal besar yang berdampak besar dan hal kecil yang berdampak kecil. masing masing memiliki hasil yang berbeda. 

melalui The Infinite game kamu akan di bantu bagaimana melakukan pekerjaan yang nanti akan memberikan dampak besar bagi masa depan, salah satu caranya adalah dengan berhenti memikirkan hal hal yang mengakibatkan tujuan jangka pendek seperti Keuntungan, kerugian, target , harga dll. namun mulailah untuk memikirkan tujuan jangka panjang seperti dampak, manfaat, motivasi dan  pengalaman berharga.

melalui buku The Infinite game setidaknya ada 3 point penting yang dapat dipetik:

  1. Untuk mampu memberikan dampak dalam jangka panjang kamu harus memakai pola pikir jangka panjang
Dalam hidup ada kalanya kita lebih menginginkan mendapatkan keuntungan dan manfaat secara langsung dan cepat, kita bisa mengambil banyak jalan baik jalan yang tepat maupun jalan kurang tepat untuk meraih nya,  contohnya saat kamu ingin mengajak seseorang ingin menjadi pasanganmu, kamu bisa saja hanya menampilkan sisi terbaikmu kepadanya, menyembunyikan kekuranganmu dan menampilkan dirimu sempurna adanya. namun apakah itu akan berdampak baik dalam jangka panjang? Akan berbeda lagi jika kamu menampilkan diri kamu apaadanya kepada calon pasanganmu dimana dia sudah mampu menerimamu, memaklumi kekuranganmu dan mau berproses bersamamu. Dari kedua hal itu mana yang akan memberikan dampak jangka panjang?
    
    2. Jika kamu memakai Pola pikir jangka pendek, kepudaran budaya akan terjadi
 
kebanyakan pemikiran jangka pendek yang hanya mengejar hal seperti profit, peringkat, jabatan akan memberikan dampak yang cepat atau lambat akan menghancurkanmu, misalnya dalam pertemanan jika kamu berteman hanya kepada orang yang kamu rasa akan kamu butuhkan dan  jika tidak kamu butuhkan kamu akan mencari teman lain, bisa jadi orang tersebut akan melakukan hal yang sama kepadamu. bukannya pertemanan yang menghasilkan persahabatann, loyalitas, kesetiaan. namun malah menghasilka pemanfaatan, persaingan dan permusuhan.

    3. Dari pada memikirkan cara mengalahkan pesaing lebih baik memperbaiki diri.

Persaingan akan membuat banyak pihak yang secara tidak langsung terlibat terkena dampaknya, selain memberikan dampak buruk bagi orang lain, bagi tim kita juga akan terkena imbasnya juga seperti, terus menerus berubah, hilangnya motivasi, timbulnya kebencian, bertambahnya jam kerja. untuk itu Simon sinek memiliki cara lain untuk menghadapi persaingan yaitu dengan memperbaiki diri, kamu bisa memikirkan bagaimana dirimu bisa membantu orang lain bagaimana manfaat atas pekerjaanmu bisa dirasakan orang lain dan bagaimana kamu bisa melakukan lebih baik lagi. Dengan melakukan perbaikan diri maka akan timbul motivasi didalam diri bahkan meskipun kamu bekerja terus menerus kamu tidak akan merasa mudah lelah karena di dalam dirimu ada semangat membantu orang lain dan mengubah diri menjadi lebih baik lagi

Jika kamu merasa artikel ini membantumu, bagikan manfaat yang kamu terima kepada orang lain dan jadilah generasi yang berani bersolusi dengan memakai hastag #beranibersolusi di setiap media sosialmu. jika kamu tertarik untuk memiliki buku The Infinite game yang ditulis Simon Sinek, kamu bisa memesan melalui Buku Sejagat dengan menghubungi salah satu Media Social kami.


 

Leader Eat Last- Simon Sinek


 Leader Eat Last adalah sebuah buku yang akan mendobrak pola pikir kita tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap dan mengambil tindakan. Dalam sebuah tim pasti ada konflik serta perbedaan namun dibuku leader eat last kamu akan belajar bagaimana menyikapi konflik yang ada dalam sebuah team.

Agar lebih mudahnya Leader eat last mengambarkan sebuah team sebagai kawawan dari sapi di suatu kandang, memang semua sapi sudah dilindungi oleh kandang yang menjaga mereka tetap aman selama mereka tetap berada di dalam kandang, namun mereka juga harus mempertimbangkan apa yang akan terjadi diluar kandang. Apapun bisa terjadi di luar kandang, ada banyak bahaya yang siap menyerang dan merubuhkan kandang kapanpun. jika serangan dari luar bisa merubuhkan kandang, yang akan menjadi pertahanan terakir mereka adalah diri mereka sendiri. Mereka harus bahu membahu melindungi diri mereka dan individu lain. Ketika mereka bersatu, mereka bisa mengusir bahaya dari luar yang dapat menghancurkan mereka. Namun akan menjadi suatu persoalan baru apabila setiap sapi di dalam kandang masih memiliki permasalahan yang mampu membuat perpecahan yang mengakibatkan seisi kandang tercerai berai. Bahaya yang berada di luar kandang bisa saja megintai dan siap menyerang kapan saja, ketika pagar runtuh dan hewan buas siap menerkam sapi yang berada di dalam kandang, bukannya saling melindungi dan bekerja sama mengusir hewan buas, setiap individu akan memikirkan keselamatan diri mereka sendiri. Akibatnya mereka akan dapat dihancurkan dengan mudah oleh bahaya dari luar berupa hewan buas.

    Leader Eat last, akan memberi kamu bantuan wawasan tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap mengatasi permasalahan yang terjadi agar tidak membuat permasalahan dan perpecahan yang mengakibatkan kehancuran didalam organisasi dan kelompokmu.

    Untuk kamu yang ingin belajar bagaimana cara memimpin dengan baik dan bagaimana cara pemimpin besar bersikap saat membangun Organisasi. Buku Ini adalah jawabannya.

Milikilah buku Leader Eat Last dan jadilah seorang pemimpin yang dapat memberikan perlindungan bagi kelompokmu, dengan memesan melalui Buku Sejagat. Untuk setiap buku yang kamu beli, kamu dapat membantu orang lain yang membutuhkan.

Quotes

"Seorang atlet tidak bisa berlari kencang dengan uang di kantongnya, tetapi dengan harapan di pikirannya dan semangat di dadanya."

Mardigu Wowiek P.

Bossman

"Hari kemarin telah selamanya pergi. Manfaatkan sebaik-baiknya hari ini dan esok, jika kau ingin menebus waktu yang hilang."

Napoleon Hill

Author

"Terkadang saat kamu berinovasi, kamu membuat kesalahan. Yang terbaik adalah mengakuinya dengan cepat, dan lanjutkan dengan meningkatkan inovasimu yang lain."

Steve Jobs

CEO of Apple

"Jangan berhenti. Jangan pernah menyerah untuk mencoba membangun dunia yang Anda lihat, meskipun orang lain tidak dapat melihatnya"

Simon Sinek

Author

Buku Sejagat
(+62)856 0489 5674
Indonesia

SEND ME A MESSAGE