Hello,Welcome to:

Buku Sejagat

Bantu Hadapi Permasalahanmu Temukan Potensi dirimu Mendorongmu Berani Berinovasi

About Us

Hello

W'e areBuku Sejagat

Atas semua yang kami lakukan kami percaya bahwa setiap orang memiliki potensi diri yang dapat digali dimana jika potensi itu dipelajari lebih dalam maka akan menjadi suatu bakat. setiap orang memiliki bakat yang berbeda jika bakat itu ditemukan dan terus diperdalam maka akan menjadi sesuatu yang berguna kedepannya.Salah satu cara untuk memperdalam bakat tersebut adalah dengan berani mengambil resiko dalam menghadapi suatu permasalahan yang terjadi. Kami berkeinginan mendorong setiap orang untuk memperdalam bakat mereka dengan memberikan informasi yang akan membantu mereka untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi berupa buku

QnA

Apakah definisi komunitas bukusejagat?

Kami adalah komunitas diskusi yang membahas dunia literasi dan menjadikan buku sebagai sumber kami.

Bagaimana kalau saya belum tertarik membaca buku apakah boleh bergabung?

boleh, dan kami berharap dengan kehadiran kami kamu dapat mulai memiliki ketertarikan membaca buku dan kita bisa berdiskusi bersama.

Apakah buku sejagat komunitas online atau offline?

buku sejagat adalah komunitas diskusi, kami memberikan wadah untuk bertatap muka bagi yang berada di domisili kediri, apabila berada di domisili luar kediri kami juga menyediakan forum diskusi Online.

Apa yang buku sejagat ingin ubah dari anak muda

Kami Ingin ikut serta dalam mengembangkan pola pikir dan kebiasaan sehat dengan memberikan dorongan serta Inspirasi dengan meningkatkan tingkat literasi di indonesia yang akan berguna untuk membantu generasi muda melangkah mencapai tujuan.

Benefit

Media mudah diakses

Agar dapat terhubung dengan kami, kami memiliki beberapa sosial media seperti Instagram, Tiktok dan web.

Pertemanan yang sehat

Kami menciptakan lingkungan dimana setiap ide dan gagasan dapat dibagikan.

Publikasi Karya

Kami menyediakan platform untuk mempublish karyamu agar dapat dikenal orang lain.

Event Diskusi

Untuk melatih kemampuanmu kami memiliki event yang dapat memberikanmu inspirasi baru.

Reverensi Buku

Kamu dapat bertukar buku sesama member dan membagika pengetahuan yang kamu dapat dari buku yang telah kamu baca.

Kenalan Baru

Jika kamu ingin memiliki teman baru yang senang membaca buku, kamu bisa menjadikan Buku Sejagat sebagai pilihanmu.

2172

FOLLOWER

173

CONTENT

51

Member

37

Event

Our News

Keperawatan : perkembangan dalam kemajuan teknologi

 


PERAWATAN

 Ilmu pengetahuan menunjukkan dengan jelas bahwa orang- orang menjadi lebih cepat pulih ketika mereka dirawat dengan benar, dengan dukungan emosional oleh perawat. Hal ini terbukti nyata. Pasien yang bahagia menjadi lebih cepat sembuh. Perawatan secara tradisional masih membutuhkan perawat yang baik dan sabar. Hal ini membuat profesi perawat tetap mendapat tempat berharga di masyarakat. 

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak perawat justru berupaya untuk naik level dalam rantai nilai profesional. Mulai dari keinginan mendapatkan gelar, bahkan menjadi dokter yang dapat menangani beberapa kondisi dan masalah. Namun, hal ini justru membuat mereka kehilangan harga di mata masyarakat. Hal itu karena kemampuan para dokter kelak tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI) yang sudah mengungguli rata-rata dokter dalam hal diagnosis. Bahkan, robot sudah ikut membantu dalam operasi yang membutuhkan presisi tertinggi. 

Sikap perawat yang mengejar kenaikan derajat ini membuat pandangan media dan masyarakat menjadi memburuk terhadap perawat. Kita sekarang sering membaca berita tentang betapa tidak pedulinya perawat, betapa malasnya mereka, tidak kompeten, dan sebagainya. Mereka selalu membuat kesalahan. Akan tetapi, kita biasa mengabaikan kekurangan mereka jika mereka masih memiliki kepedulian pada pasien. 

Media saat ini sering menggunakan istilah seperti "terlalu mewah untuk peduli", atau "sepertinya kita tidak menyukainya lagi". Namun, orang yang sama masih melamar pekerjaan sebagai perawat, padahal pendidikan tidak pernah setara dengan kecerdasan, sehingga banyak kesalahan dasar masih terjadi. 

Ketika seorang perawat belajar mengenai pekerjaan kemampuan mentalnya tidak fokus pada persyaratan peker jaan yang sebenarnya, mereka ingin mendapat pendidikan kedokteran umum dan lebih akademis. Namun, hal ini kurang praktis karena pendidikan tersebut lebih cocok untuk dokter daripada perawat. Jika ini berlanjut di masa depan, profesi keperawatan akan terus tergelincir. 

Perawatan medis mengharuskan kita memahami ilmu dasar keperawatan, selain dapat menggunakan peralatan dan meracik obat-obatan sesuai resep. Akan tetapi, karena ia juga tahu cara menggunakan peralatan kedokteran secara benar dan dapat melakukannya dalam praktik, hal itu justru menjadi kesalahan yang berbahaya.

 Kita sudah memiliki ilmuwan spesialis, apoteker, kon- sultan, pendaftar, dan dokter junior. Yang juga kita butuhkan perawat yang mampu memastikan bahwa kebutuhan pasien dapat terpenuhi sepenuhnya, baik secara fisik maupun emosional. 

Merawat pasien dengan baik akan membantu memperce pat kesembuhan mereka. Jadi, kita perlu memulihkan fungsi keperawatan tradisional karena ini adalah bagian yang penting dan efektif dari sebuah proses perawatan. Jika sepertinya tren saat ini-perawat menjadi terlalu mewah untuk merawat dengan sabar, kita perlu menemukan kembali pekerja baru yang mengisi peran itu. Misal, asisten deputi dokter junior yang dibayar rendah akan sulit untuk bersaing dengan peran teknologi seperti PC dan robot murah. Jadi, mari kita berharap bahwa pengasuh sejati dapat lagi mengambil alih kepe- rawatan. Kita membutuhkannya dan R2D2 dapat melakukan hal lain dengan lebih murah dan lebih baik.

kanvas dan pekerja rendahan - Sebastian Yugi

 


Apa yang dibutuhkan di dunia nyata namun  tidak diajarkan di sekolah.

Dalam Ilmu pengetahuan Roma, ada suatu pekerjaan yang diangap rendah namun banyak orang yang mengunakan jasanya biasanya yang mengunakan jasa pekerjaan itu berasal dari kalangan atas seperti bangsawan, kesatria,pemikir, politisi,penulis dll.  Nama pekerjaan itu adalah  Ateambulo secara harafiah artinya “Orang yang membersihkan Jalan” . Untuk tugas dari Ateambulo mirip seperti makna harafiahnya yaitu memastikan Tuan mereka selalu dalam keadaan senang,  jadi sambil Tuan jalan-jalan Ateambulo menjelaskan apa yang ada di depan tuanya(mirip Guide) selagi di depan tuannya ada sampah yang berserakan, merekalah yang membereskan bahkan sampai tuannya tidak tau kalo ternyata daerah yang mereka kunjungi sebenarnya banyak sampah yang berserakan, jika tuannya lapar tugasnya mencarikan makanan untuk Tuannya, dan bahkan dalam setiap langkah tuannya, Ateambulo harus selalu memuji tuannya atas semua tindakannya. Tapi pada jaman sekarang  pekerjaan Ateambulo sudah tidak ada karena dinilai merendahkan derajat manusia.

Seberapa sering kamu di sekolah diajarkan untuk menjadi yang terbaik? Apa kamu pernah bekerja untuk dapat pengakuan? Siapa sih teman yang ingin kamu kalahkan di sekolah mungkin dari prestasinya?  Bagaimana rasanya ketika kamu berada pada posisi terbawah saat ulangan kelasmu?

Kita semua pasti pernah merasakan belajar di sekolah.  Pasti dari pertanyaan di atas ada beberapa pertanyaan yang bisa kamu jawab sendiri. Tenang aja ini bukan ulangan kok dimana kamu harus mendapat nilai 100 untuk jadi pribadi yang sempurna. Sekolah mengajarkan kita untuk meraih lebih dan menjadi si nomor satu dimanapun, dan bahkan kita diajari cara dan triknya juga. Seperti yang kita tau di dunia yang kita tingali, orang ga peduli seberapa cerdas kamu dengan bisa menjawab soal ulangan, dan orang lebih menilai kita dengan tindakan kita.ketika kamu bisa menyesuaikan dirimu dengan lingkunganmu kamu akan di angap sebagai orang cerdas, ketika kamu punya inisiatif menyapu kamu akan diangap orang rajin, ketika kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu tepat waktu kamu dinilai cekatan. Dari penilaian itu ada ide sederhana tentang menjadi baik di mata orang lain yaitu dengan memberikan apa yang merupakan kebutuhannya bahkan kalau bisa tanpa orang itu minta,jadi tau tau semua sudah tersedia untuk orang itu. Disisi lain kita pasti pernah mengira bisa menciptakan karya terbaik kita agar orang lain tau kalau kita orang cerdas. Padahal agar orang lain mengakui kamu cerdas kamu harus memenuhi kebutuhan mereka dulu mungkin salah satunya dengan menyelesaikan masalah mereka yang paling sederhana. Jika kita membuat karya terbaik  hanya berdasarkan keinginan kita tanpa peduli apa yangorang lain rasakan, Ego akan ikut bermain dalamproses pengerjaan karyamu. Belajarlah untuk menjadi seperti pekerja Ateambulo , berhenti memikirkan keinginanmu dan mulailah pahami kebutuhan orang lain. Mungkin kamu bertanya “Iya, tapi Ateambulo adalah pekerjaan rendahan apakah dengan melakukan seperti ateambulo saya akan menjadi orang rendahan?”  tapi faktanya apa yang kamu pikirkan tentang diri kamu belum tentu orang lain memikirkan hal yang sama. Apa yang kamu kerjakan mungkin kamu rasa hal rendah tapi bisa jadi hal itulah yang menjadikanmu pribadi yang penting di mata orang lain. Secara sederhana angaplah diri kamu sebagai kanvas (tempat untuk melukis) kanvas pada dasarnya hanya memiliki satu warna dasar saja (umumnya warna putih) dia tidak punya keindhaanya sendiri, bahkan tanpa percampuran warna lukisan,kanvas tidak bernilai jual tinggi, bahkan lukisan bagus yang di lukis di kanvas yang buruk, nilai jualnya akan tetap tinggi. Tapi Ingat pelukis tidak bisa menciptakan lukisan tanpa kanvas meskipun dia tidak memiliki harga jual tinggi tapi kanvas selalu dibutuhkan untuk melukis. Sama seperti kamu meskipun kamu merasa karya kamu, pekerjaankamu,tindakan kamu bukan sesuatu yang jenius asalkan kamu melakukannya untuk orang lain kamu memiliki nilai diatas rata rata bagi orang lain.

Mungkin dalam dunia kerja kamu sering mendengarkan ungkapan “Turuti Atasanmu!” kalau kamu normal pasti kamu akan merasa itu bukan hal yang ingin kamu dengar apalagi kalau kamu lulusan Universitas ternama,  punya banyak bisnis. Coba ubah sudut pandangmu, sebenarnya maksud dari kalimat diatas bukan membuat orang lain terlihat baik, tapi membantu orang lain menjadi lebih baik. Dengan memberi orang tidak akan mengangap kamu menjadi kekurangan, malah mereka akan mengangap kamu berkecukupan

Efisiensi Mobilitas : Perubahan Iklim - Adrine Baskara

 


Seharusnya perubahan iklim menyebabkan pemerintah menerapkan peraturan lebih ketat yang mengatur emisi karbon dioksida (CO2). Mobil hibrida dan listrik akan menjadi lebih populer.

Namun, salah satu perkembangan paling penting yang dapat mengatasi kemacetan emisi CO2 adalah jalan raya elektronik yang memungkinkan mobil elektronik dapat menyetir sendiri. Perkembangan ini akan beriak hingga menciptakan efek urutan kedua dan ketiga. Misalnya, dengan mengambil alih setir dari tangan pengemudi manusia, banyak kesenangan akan hilang dari aktivitas mengemudi. Namun di lain, tingkat kecelakaan akan jatuh ke tingkat yang dapat diabaikan. Dengan berkurangnya kontrol ataupun keterlibatan pribadi terhadap mobil, diharapkan keinginan untuk memiliki mobil juga akan berkurang. Selain itu, tanpa kehadiran pengemudi manusia, mobil dapat dengan mudah dibagi di antara popu lasi yang besar. Karena mobil akan tersedia bagi setiap orang, saat mobil tersebut telah sampai di tujuan, tanpa ada yang harus mengantarkan mobil tersebut ke pelanggan berikutnya. Hasilnya, kemungkinan akan ada insentif besar bagi produsen mobil untuk menyediakan pool mobil yang dimiliki publik atau armada yang dikelola oleh seorang manajer.

Kepemilikan mobil pribadi sebagian besar akan bergan- ti, dari sistem berlangganan ke pool mobil atau transportasi umum. Selain itu, dengan armada besar kendaraan yang atau identik di bawah kendali elektronik akan relatif mudah untuk menyediakan pasokan listrik. Baik melalui berbagai titik pengisian ulang, maupun sistem penyimpanan baterai, sama atau bahkan menggunakan tenaga listrik dari kabel di jalan. trem.Jika listrik diproduksi secara ramah lingkungan, maka tingkat CO2 dari moda transportasi dapat dikurangi secara dramatis. Atau bahkan dihilangkan karena kendaraan me- nyumbang sekitar sepertiga dari produksi CO2. Sistem ini bisa menjadi kontribusi besar untuk solusi perubahan iklim. Jika ini terjadi, kita dapat bepergian di masa depan dengan hanya memanggil mobil melalui telepon atau internet, atau melalui sebuah perhiasan digital. Mobil akan tiba, kita hanya akan menggunakan perintah suara untuk memberitahukan tujuan, mobil dapat membawa kita ke sana. Setelah tiba di tujuan, mobil bisa langsung dilepaskan untuk digunakan oleh orang lain.

Jumlah mobil akan lebih sedikit, tetapi digunakan secara lebih efisien, dengan emisi karbon yang sangat rendah. Mobil tersebut tersedia untuk orang tua dan muda terlepas dari kemampuan atau kelincahannya, inklusif secara sosial dengan biaya rendah, keandalan, dan keamanan tinggi. Hal ini akan tampak sebagai tujuan besar yang bermanfaat dan dapatbenar-benar terwujud dalam beberapa dekade ke depan. 

Jadi, sekadar upaya menanggulangi perubahan iklim de- ngan meningkatkan teknologi
transportasi, orang-orang yang lebih tua akan mendapat manfaat besar dari peningkatan mobilitas, inklusi sosial, dan kebebasan pribadi.

Perubahan iklim juga dapat memengaruhi aturan bagi mobil untuk diperbaiki ketimbang didaur ulang. Dengan peng- gunaan material baru yang canggih, niscaya mobil akan dapat bertahan selama bertahun-tahun. Atau, mobil tersebut dibuat untuk dapat berubah bentuk sesuai mode terbaru dengan menambahkan panel yang berbeda, tanpa harus mengganti seluruh bagian mobil.

Masa Depan Kertas - Adrine Baskara

 


Kertas fleksibel untuk diremas dan dilipat. Kertas memiliki rasio kontras yang sangat tinggi dan ia kompatibel dengan hampir semua perangkat cetak, penggandaan dan penulisan manual.

Satu lembar kertas A4 dapat menyimpan informasi hingga ukuran gigabyte. Bahkan, kertas berukuran pita pun menawarkan penyimpanan data arsip termurah untuk komputer. Informasi disimpan secara sempurna sela- ma berabad-abad dalam kertas dan akan mudah dibaca lagi. Namun, hal ini masih membutuhkan waktu yang lama.

Kertas dapat pula didaur ulang. Ia bersifat biodegradasi, tidak memerlukan listrik untuk
menyimpan gambar, tidak pernah crash, dan tidak perlu 'upgrade'. Selain itu, harga ker- tas sangat murah dan bersifat sekali pakai. Namun di zaman teknologi informasi, kertas dianggap sebagai media usang. Kita akan melihat pengurangan lebih jauh lagi dalam penggunaan kertas.

Meskipun kertas masih jauh dari kepunahan. Penggunaan teknologi informasi yang tepat dalam bisnis akan menghapus kertas dari sistem administratif dan distri- busi. Tanpa kertas, informasi elektronik dapat dimanipulasi dan didistribusikan dengan lebih mudah, serta mudah pula ditransfer antarsistem. Informasi dalam bentuk kertas bersifat dalam waktu dan lokasi tertentu sehingga tidak dapat bersaing dengan gawai elektronik. Namun, dalam hal kemu- dahan dibaca, kertas menang dibanding gawai elektronik saat ini. Gawai yang hadir dengan tampilan, resolusi, kontras, dan ergonomi yang
buruk.

Jika kita menggunakan keduanya secara paralel dengan te pat, berarti selama ini kita melihat penggunaan kertas tumbuh bersama dengan gawai-gawai elektronik, dan bukannya menu- run. Informasi diproses dan ditransfer secara elektronik, dan kadang-kadang dicetak untuk dikoreksi secara manual oleh manusia. Dibutuhkan waktu beberapa tahun sebelum kertas elektronik (e-paper) menjadi cukup murah untuk mengganti- kan kertas konvensional sebagai media membaca yang luas.

Kindle dan buku elektronik (e-book) lainnya akan sangat bagus untuk menggantikan buku, kertas dan majalah, dalam beberapa situasi. Jadi, kertas masih memiliki pasar yang besar karena buku elektronik berbahan kaku, dapat rusak, dan Anda tidak dapat menggunakannya dipesawat saat lepas landas, Buku elektronik juga tak akan bertahan selama ratusan tahun.

Kertas elektronik masa depan akan sangat fleksibel. la menggabungkan kenyamanan kertas dengan fleksibilitas medium elektronik. Buku-buku kertas juga akan terus ada, meskipun pasarnya akan mengecil. Anak-anak kecil adalah pangsa pasar ganda yang sangat bagus untuk keduanya. Kertas versi elektronik tentu sangat kuat dan memungkinkan banyak interaksi dan potensi bermain bagi anak-anak. Namun, dengan sebuah buku kertas, seorang anak dapat mencoret, merobek halaman, dan membawa bundelannya. Mereka pun bisa me nyortir semua buku dan membandingkan semua gambar di sampulnya. Cara bermain seperti ini tidak dapat dilakukan dengan buku-buku elektronik.

Pada buku kertas, cerita hanya menjadi sebagian kecil dari produk. Hal yang sama juga berlaku untuk buku dewasa. Saya tidak akan pernah membeli ensiklopedia dalam bentuk kertas dan secara teratur menyingkirkan buku novel kertas yang tidak saya sukai lagi dari rak, agar ada ruang kosong. Saya dengan senang hati akan membeli novel dalam bentuk elektronik. Namun, saya tidak akan membuang buku dengan sampul ke- ras (hard cover) yang indah karena saya senang memiliki dan membacanya. Kertas-kertas yang terikat dengan baik sebagai buku bernilai lebih dari sekadar media untuk kata-kata.

Majalah harus banyak berubah untuk bertahan hidup. Majalah bersifat sementara, berat, besar, dan tidak efisien da- lam menyajikan informasi. Bahkan, mahal untuk diproduksi dan didistribusikan. Versi tablet dan Kindles akan lebih mu- rah dan lebih serbaguna.
Namun, majalah tidak pernah menjadi kertas itu sendiri. Kertas hanyalah mediumnya. 

Sebuah majalah adalah koleksi materi bertema yang sudah diedit, yang formatnya sudah di- kenal oleh pembaca, yang pada dasarnya membentuk ikatan melalui bacaan. Sebuah majalah sering kali melayani ceruk tertentu dalam pangsa pasar pembaca. Maka, majalah dapat bertahan hidup di evolusi medium.

Sementara itu, semua pertempuran dalam jangka pendek akan menguntungkan media
elektronik yang mengorbankan kertas. Sebuah majalah masa depan mungkin dapat menggabungkan keduanya dengan anggun, dalam majalah bekertas tipis, yang dibangun di atas panel kertas elektronik yang sepe- nuhnya berjejaring ke awan (cloud). Cara ini dapat membuat majalah tetap menjadi bagian dari gaya hidup pembaca saat mereka menjalani hari, sekaligus memperdalam ikatan.

Alternatif lain, majalah dapat dicetak dalam bentuk kompresi digital pada satu lembar kertas elektronik, dijual di agen koran, dan dibaca melalui alat pemindai. Cara ini meru- pakan pilihan super cepat untuk distribusi melalui jaringan internet. Atau tentu saja, Anda bisa menggunakan ponsel pin- tar dengan cara mengunduh majalah setelah menyentuh ikon yang sesuai. Ada banyak cara suatu industri dapat bertahan hidup. Melihat pilihan yang benar-benar akan digunakan sa- ngat menyenangkan.

Kertas akan tetap menjadi solusi terbaik untuk banyak aplikasi. Slip kuning, kartu ulang tahun, surat cinta yang wangi, dan banyak produk kertas lainnya mungkin akan tetap bertahan untuk beberapa waktu, walau inovasi baru akan terus muncul. Tidak mungkin kertas elektronik akan menjadi media sekali pakai, layaknya kertas konvensional. Kertas konvensio- nal masih akan digunakan untuk membuat catatan cepat dan memo untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Kartu nama dan kartu pos akan memiliki data elektronik yang dibaca oleh mesin. Jadi, kita akan melihat kehadiran kertas hibrida digital.

Meminjam Kacamata Orang Lain

 


 “Good Artist Copy Great Artist Steal” –Pablo Picaso

Ketika saya sekolah saya bukanlah orang yang pure sering jujur, tapi saya tidak membenarkan tindakan berbohong, suatu ketika saat ulangan guru mulai membagikan kertas ulangan. Untuk mengantisipasi siswa mencontek, tempat duduk diacak( merupakan keberuntungan duduk bersama murid pintar yang bisa kerjasma), tidak hanya itu buku paket dan buku tulis pun di tumpuk di meja guru dan semua murid harus tenang selama ulangan. 

Sebelum ulangan dimulai, saya merasa seperti semua guru selalu mengucapkan kata kata template dimana kita harus jujur, lebih baik hasil jelek tapi jujur daripada hasil bagus tapi mencontek. Sebenarnya perkataanya macam macam pati polanya sama, Intinya selalu buatlah jalanmu sendiri jangan mencontoh orang lain,  kamu harus menjadi orang jujur. 

Tapi ketika saya belajar mulai masuk di lingjungan kerja saya mulai mempertanyakan hal yang ditekankan oleh guru disekolah salah satu hal itu adalah kerjakan sendiri jangan mencontoh. Ketika saya bekerja hampir setiap pekerjaan mengharuskan saya mencontoh, baik itu mencontoh dari hasil pekerjaan orang lain atau mencontoh ide dari pelanggan, untuk permintaanya macam macam ada yang mudah ada nada yang kurangajar kalau yang mudah kita tingal mencontoh dan kalau yang merepotkan saya terpaksa harus mengerjakan sendiri, karena itu merupakan tangung jawab saya secara pekerjaan. 

Ngomong ngomong pekerjaan pertama saya adalah Desain grafis yang berfokus pada Jersey Olahraga. Sangat jarang orang meminta ide orisinil saya untuk diterapkan ke pekerjaannya dan menerima hasilnya, ada beberapa orang yang meminta ide orisinil saya tapi kemudian mereka revisi dan hasil ide itu segera menjadi milik mereka.

Setiap orang memiliki egonya masing masing entah disukai orang lain atau tidak pasti mereka memiliki ide mereka masing masing juga. Ada beberapa orang yang bijak dan ada berapa yang ceroboh, ada yang berhasil dan ada yang gagal, ada yang sukses dan ada yang bangkrut semuanya memiliki hasil yang berbeda. Namun Anda tidak bisa menciptakan jalan anda sendiri tanpa belajar dari mereka, Anda tau kenapa? Karena waktu kita di dunia hanya sebentar, terlalu banyak kegagalan yang harus dihindari dan keberhasilan yang ingin dicapai. Maka dari itu anda harus belajar dari pengalaman orang yang sudah melakukan terlebih dahulu, entah yang berhasil atau yang gagal, anda harus belajar kapan waktu yang paling tepat untuk berhenti dan kapan waktu yang tepat untuk berusaha, memang keduanya tipis bedanya karena tidak semua orang siap gagal.Ketika anda sudah tau apa yang harus dipelajari dan dari siapa anda harus belajar, selanjutnya adalah tentang bagaimana cara anda bisa menjadi seperti mereka yang berhasil, ada sebuah ilmu yang sangat bagus, nama ilmunya Modeling yaitu bagaimana anda menjadi orang yang anda jadikan model, perhatikan cara dia berekasi terhadap suatu masalah, apabila lihat bagaimana dia menangapi suatu peluang, bahkan anda bisa mempelajari dia dari hal terkecil dan detil yang dia lakukan seperti cara bernafas, memilih nada suara, tatapan mata, pilihan berpakaian dan masih banyak haldetil lainnya yang bisa anda pilih, tujuannya bukan untuk menjadi seperti Orang yang anda modeling tetapi mengetahui hal apa yang membuat dia bereaksi dan bagaimana cara dia bereaksi

Mungkin apa yang anda ketahui tentang orang itu tidak sepenuhnya benar, tapi dengan modeling anda akan mendapatkan hasil yang lebih pasti dari pada harus menyerah dengan banyaknya kegagalan yang terjadi

Rene Descartes history of rasionalisme - Adrine Baskara


Aliran rasionalisme ini dibangun oleh Descartes (1596- 1650), seorang ahli matematika yang produktif yang me- nerima sesuatu yang clearly and distinctly. Ia lahir di La Haye, Totiroine, sebuah daerah kecil di Perancis Tengah, adalah anak ke tiga dari seorang Parlemen Bretagne. Ia Mempelajari hukum dan kedokteran pernah menjadi tentara. Tulisan- tulisannya; Discours de la methode (Uraian tentang Metode) pada tahun 1637, Meditationes de Prima Philosophia (Renungan- renungan tentang Metafisika) pada tahun 1641, Principia Philosophiae (Prinsip-prinsip Filsafat) pada tahun 1644. Sebagian publikasi kesarjanaan melihat hubungan antara model berpikir Descartes dengan model berpikir filosof Muslim al-Ghazali, terutama tentang metode keraguan. Jika pada masa kekuasaan gereja semua sudah dianggap pasti semua ditentukan gereja, dengan metode keraguan ini semuadapat diragukan tidak terkecuali argumen-argumen ke- tuhanan yang dibangun gereja. 

Dalam abad ketujuh belas, kebutuhan terhadap mate- matika dalam mempelajari garis lengkung, yang berupa jalan yang ditempuh cahaya melalui lensa, trayek tembakan meriam, perjalanan kapal di laut, atau orbit-orbit di planet, menyebaba ahli matematika seperti Rene Descartes men- ciptakan metode aljabar mengenai garis lengkung, sehingga aljabar dapat dipakai dalam mendeduksikan sifat-sifat garis lengkung tersebut. Ciptaaan ini dinamakan geometri koor- dinat atau geometri analitis. Koordinat yang terkenal adalah koordinat Cartesius (Cartesius nama Latin Descartes). 

Aliran ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang mencakupi dan dapat dipercaya adalah rasio atau akal. Hanya pengetahuan yang diperoleh melalui akallah yang memenuhi syarat yang dituntut semua pengetahuan ilmiah. Pengalaman hanya bisa dipakai meneguhkan pengetahuan yang telah di dapat oleh akal. Akal tidak memerlukan penga- laman. Akal dapat menurunkan kebenaran dari dirinya sen- diri, yaitu atas dasar-dasar pertama yang pasti. Aliran ini meng- gunakan metode deduktif. 

Rene Descartes dalam kajian filsafat dikenal sebagai pendiri filsafat modern. Ia terpengaruh oleh fisika, astronomi, matematika, dan menolak segala tradisi Skolastik dan juga tidak menerima fondasi para pendahulunya. Hal ini dilaku- kan berdasarkan pada sebuah keinginan untuk membangun sebuah filsafat yang benar-benar baru. Setelah bergelut dengan ilmu eksakta, Descartes kecewa dan tidak puas dengan filsafat yang diterimanya. 

Bapak pendiri filsafat Barat modern yang terepengaruh oleh al-Ghazali ini terkenal sebagai seorang matematikus Usahanya adalah: mencari satu-satunya metode dalam seluruh cabang penyelidikan manusia. Kedua karena dia telah mem- perkenalkan dalam filsafat, terutama yang menjadi prinsip dasar penelitian filsafat semenjak waktu yaitu rasionalisme model Descartes. Munculnya Descartes tidak lepas dari situasi yang dihadapinya seperti kuatnya fanatisme (nalar kolektif) pada saat itu. Dengan fanatisme mereka mengikuti saja pendapat orang lain dengan tidak berpikir kritis, bepikir lebih jauh. Descaretes yang mempelajari filsafat skolastik melihat krisis dalam pemikiran saat itu. 

Sebagai rekan sezaman dengan Bacon dan Galileo," dan sebagai seorang pendahulu langsung Newton, Descartes merupakan wakil sempurna dari semangat ilmiah baru waktu itu. Walaupun dia merasa takut dan menghormati pengawasan gereja (setelah mendengar hukuman Galileo) dia tidak tunduk pada penguasa intelektual yang manapun kecuali sinar akal sehat. Ia terpisah dari tradisi skolastik dan urusan duniawi humanis di zaman renainsans. Bagi Descartes hasil semua spekulasi sebelumnya terpaksa dikesampingkan atau ditangguhkan sampai semua prinsip yang jelas dan tak diragukan lagi dapat ditemukan yang digunakan untuk mengukurnya. 

Setelah bergelut dengan ilmu-ilmu eksakta, Descartes merasa kecewa dan tidak puas dengan filsafat yang di- terimanya. Dalam pandangannya, ada jurang antara filsafat Aristoteles orientasi ilmiah baru. Walaupun filsaafat telah ditanamkan berabad-abad oleh para pendahulunya, namun tidak sesuatu pun yang ditemukan darinya, karena filsafat masih mengandung perelisihan dan keraguan. Sementar matematika sangat menyenagkan karena kepastian dan kejelasannya. 

Menurutnya ilmu pengetahuan harus mengikuti satu metode yang umum. Adapun yang haruis dipandang sebagai apa yang jelas dan terpilah-pilah (clear and distinctly), artinya bahwa gagasan-gagasan atau idea-idea itu seharusnya dapat dibedakan dengan persis dari gagasan-gagasan atau idea-idea yang lain. Ilmu pengetahuan harus mengikuti jejak ilmu pasti. Ilmu pasti menjadi suatu contoh bagi cara mengenal atau mengetahui yang maju. Ilmu pasti bisa dipandang sebagai penerapan yang paling jelas dari metode ilmiah. Metode ilmiah itu sendiri bersifat umum. 

Paradoks budaya antri -Sebastian Yugi




Pada saat kita masih kecil pasti kita pernah diajari untuk mengantri, yang mengajarinya bukan cuma satu orang saja, guru disekolah ngajarin, pedagang pedagang ngabarin, satpam ngajarin, temen temen juga ngajarin, kata mereka budayakan antri. Selain bisa lebih tertib mengantri bisa membuat pekerja lebih fokus melayani kamu, coba bayangin kalau kamu jualan di kantin dan ada 100 orang ke stan mu trus mereka rebutan pingin beli daganganmu tanpa antri dah harus melayani satu satu, gimana rasanya? Pasti bingung dong apalagi  kalo salah satu yang antri bawa uang 100 ribu padahal belinya cuma 5 ribu, bakal lebih susah cari kembalian, maka dari itu penting banget buat antri. Kalo kamu sebagai pembeli pasti lebih nyaman kali yang ngelayani bisa nglayani dengan bener, jajan yang dikasiin bener, kembaliannya bener,  ga perlu sesak sesakan, nyaman kan pasti? Tapi ga ada yang lebih nyebelin dibanding orang yang tiba tiba nyelonong langsung ke depan beli ataupun motong antrian kan sebel banget tuh. Tapi bener kok yang sebel bukan cuma kamu aja orang yang ga beli tapi lihat pasti juga sebel dong, orang yang nglayanin juga sebel, bahkan ga jarang orang yang nyrobot antrian ga dilayani dengan baik, entah setiap gerakan dia di pantau atau dilayani dengan judes. Tapi kayaknya yang ngelayani bakal lebih judes lagi kalo orang yang nyerobot antrian uang yang di bawa kurang, padahalkan kalo ga bawa uang mana bisa dapet makanan, buang buang waktu aja malah bikin bikin emosi. Tapi kalo kita bener bener pikir dengan rasional dengan dia ga membawa uang dia udah kehilangan salah satu powernya dia, kok bisa? Jadi untuk bisa mengerakkan dunia ada 4 unsur yang harus di penuhi terlebih dahulu yaitu Waktu Tenaga Energi dan pikiran. Setiap orang yang punya power pasti punya 4 unsur, tapi ga semua ke empatnya itu dominan, pasti ada salah satu yang domunan dan unsur lain ga begitu dominan. Yok kita bahas ke 4 unsur itu!

1. Time (Waktu)

Kita hidup di dunia ini pasti punya waktu, dan dalam setiap waktu kamu hidup di dunia pasti ada saat dimana kamu harus melewati beberapa momen, peristiwa, kejadian yang membentuk dirimu entah kejadian yang menyenangkan atau bikin bingung atau bikin syok pasti kamu pernah ngalamin. Tapi yang pasti setiap kejadian itu pasti berlalu semua hanya akan terjadi satu kali, waktu yang berlalu tidak akan bisa diulang kembali makanya waktu disebut sebut sebagai unsur yang paling berharga di antara unsur lainnya karens waktu paling dibutuhkan dan tidak bisa buat ulang.

2. Energy (tenaga)

Untuk melakukan pekerjaan kita harus bergerak bahkan buat mepakukan pekerjaan yang cuma butuh rebahan aja kaya ngechat pacar atau post konten kita juga butuh bergerak. Dan untuk bergerak kita butuh energi, energi sendiri sebenernya ga akan pernah habis karena bentuk energi selalu tetap, tapi kita sebagai wadahnya saja yang kapasitasnya semakin lama semakin berkurang. Misalnya kalo kamu masih muda kamu pasti suka bermain apa lagi permainan yang mengharuskanmu bergerak entah kejar kejaran, petak umpet, gobak sodor atau permainan apapun pasti kita seneng banget bahkan sampek lari larian selama 3-4 jam siap, tapi begitu udah menginjak kepala 2, mau gerak kok mager, pingin ngopi kok males gerak, kayaknya enak rebahan deh, tapi niat buat perginya masih kut sebenernya tubuh masih bisa cuma karena pulang kerja malah kecapean dan lebih milih rebahan

 

3. Think (ide/pikiran)

Kalo masalah think sendiri berkaitan dengan ide gagasan, sebenernya pikiran atau ide adalah sebuah unsur yang sedikit unik, karena bisa habis tapi bisa diperbaharui. Pernah ga sih waktu naik motor atau lagi mandi atau lagi persiapan tidur kamu kepikiran suatu ide sebenernya ide itu bukan ide besar, lebih ke ide sederhana, kalobuat ngewudinnya gampang dan ga perlu muluk muluk. Kamu juga udah setuju sama ide itu, trus beberapa menit kemudian kamu nanya "tadi aku mikir apa ya?" dan ide itu hilang di telan bumi. Padahal kalo kamu tulis ide itu, kalo lupa kamu masih bisa lihat. Hmm nyesel kan! Tapi sumber pemikiran itu ga cuma dari diri kamu sendiri tapi juga dari orang lain, kamu bisa dapet ide dari diskusi bareng temen, baca buku, gabung webinar ataupun dari curhatan temen. Tapi masalahnya kalo ide itu ga kamu eksekusi at least cuma nulis siap siap aja ide itu ilang

4. Money (Uang)

Uang sendiri adalah unsur ke empat, dengan uang kamu beli banyak hal yang bikin kamu seneng, bikin kamu lebih kaya, bikin kamu lebih bijak. Dengan memiliki uang berarti kamu punya power untuk melakukan sesuatu yang belum tentu bisa dilakukan sama orang yang ga punya uang. Uang sendiri sifatnya selalu datang dan pergi. Tapi pasti kamu punya dong, entah kecil atau besar, uang adalah unsur yang paling rendah skala kepentingannya, karena ke 3 unsur tadi ga bisa dibeli pake uang tapi ke 3 unsur tadi bisa ngehasilin uang. Tapi anehnya banyak orang nge korbanin ke 3 unsur tadi demi unsur ke 4, tapi itu wajar karena di dunia ini ga ada yang gila.

 

Jadi itulah 4 unsur yang mengerakan dunia, seperti yang kamu baca, dari ke 4 unsur itu waktu adalah unsir yang paling mahal dan uang adalah unsur yang paling bawah. Tapi ga semua orang sadar waktu adalah yang penting buktinya banyak yang menyiayiakan waktunya demi sesuatu yang mereka tau itu ga penting. Satu satunya orang yang memahami waktu itu penting adalah orang kaya. Ga tau kenapa dulu sering banget denger orang kaya beli barang aneh aneh ga penting tapi mahal yang mana kalo kamu beli di pasar loak aja ada banyak barang yang murah tapi kualitasnya lebih bagus daripada yang mahal. Belum lagi orang kaya yang nge habisin uangnya buat join premium member yang mana biayanya bisa lebih mahal dari kebutuhan yang biasa dia beli. Tapi ketika ulai menginjak usia 20 saya mulai paham kenapa ke 2 hal itu bisa terjadi. Ternyata dengan membeli barang yang lebih mahal, pandangan orang terhadap kamu akan meningkat, barangnya berasal dari brand ternama dan barangnya lebih awet (sering dibilang tergantung pemakaian) hal itu karena ketika kamu pakai barang mahal kamu bakal menganggap barang itu kaya the only thing you have. Jadi bawanya hati hati, pakenya pelan pelan, naruhnya di tempat aman. Tapi kalo kamu beli barang yang murah udah ditanyain sana sini itu " kw yah?"  lebih cepet rusak, malu makenya. Jadi lebih baik beli barang bagus untuk jangka panjang daripada barang murah tapi gonta ganti atau sering service. Beberapa waktu lalu saya pernah datang ke salah satu bank ternama indonesia untuk bikin mBanking tapi ketika saya datang saya harus menunggu di luar dalam waktu lebih dari setengah jam, lalu ada orang yang pakai pakaian kelas atas langsung masuk. Beberapa waktu selanjutnya saya di tawari untuk memakai kartu premium, tapi berhubung saya ga punya banyak uang akhirnya saya nunghu antrian saya selama 30 menit, dan saya lihat ke tempat premium, saya lihat orang yang tadi masuk dengan pakaian kelas atas keluar dari situ. "Ternyata dia member premium" pikir saya dengan membayar member premium sedikit lebih mahal dia bisa memangkas lebih banyak waktu dan harus dihabiskan dibandingkan saya member biasa. Ketika saya masih SD makanan kesukaan kita adalah nasi mie, dan seperti kebanyakan kantin yang ramai setiap orang harus mengantri tapi ada satu anak yang datang datang dia bilang mbah nasi satu, langsung dibikinin nasinya buat dia, sedangkan kita masih ngantri. Belakangan saya tau kalau dia adalah cucu dari penjual nasi. Hmmm kayaknya enak punya privilage sebagai sebagai orang dalam. Ketika sma saya sadar untuk dapat privilege saya harus kenalan sama orang dalam, akhirnya dapatlah salah satu pedagang batagor yang saya anggap sebagai temen, saya ga terlalu sering sih beli di dia tapi pas beli saya suka lebihin misalnya beli 5ribu saya kasih 5500 atau 6ribu ( saya ga mau nyebut dia siapa takutnya nanti bikin kecemburuan sosial) suatu ketika Tempatnya dia ramai, dan saya harus ngabtri karena ramai banyak orang ngobrol sambil ngantri saya nyeletuk "bang NANTI batagornya 5k sambalnya 2" dia pun mengiyakan dan langsung saya dikasih somay pesenan saya, padahal saya bilangnya nanti loh. Sehabis itu antrian pun berlanjut, ternyata dengan mengeluarkan lebih sedikit tanbahan uang (bonus) kita bisa mengurangi waktu yang terbuang. Dan saya sadar ternyata orang yang mengantri adalah orang yang ga punya power, dia ngantri karena bukan siapa siapa, kalo kamu mau berkorban sedikit pasti orang akan menghormatimu. Tapi saya ngomong gini bukan berarti saya ga ngantri saya ngantri tapi ada batasan yang saya tetapkan. Kalo rame mending cari tempat antri yang lebih sepi atau kamu kenalan sama yang jual biar ga harus menghabiskan waktu. Yakin sekarang masih mau nunguin lama buat ngantri?

 

 

Quotes

"Seorang atlet tidak bisa berlari kencang dengan uang di kantongnya, tetapi dengan harapan di pikirannya dan semangat di dadanya."

Mardigu Wowiek P.

Bossman

"Hari kemarin telah selamanya pergi. Manfaatkan sebaik-baiknya hari ini dan esok, jika kau ingin menebus waktu yang hilang."

Napoleon Hill

Author

"Terkadang saat kamu berinovasi, kamu membuat kesalahan. Yang terbaik adalah mengakuinya dengan cepat, dan lanjutkan dengan meningkatkan inovasimu yang lain."

Steve Jobs

CEO of Apple

"Jangan berhenti. Jangan pernah menyerah untuk mencoba membangun dunia yang Anda lihat, meskipun orang lain tidak dapat melihatnya"

Simon Sinek

Author

Buku Sejagat
(+62)856 0489 5674
Indonesia

SEND ME A MESSAGE